SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Operator Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Cepu Zona 12 bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil IDFoS Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator Pemandu Wisata di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Wana Bhakti, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Kegiatan dihelat selama dua hari yakni, mulai Rabu hingga Kamis (5-6/11/2025). Pelatihan dimaksud merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat melalui program Muda Karya Sejahtera Melalui Wira Usaha Muda Mandiri Berdikari (Wismandi).
Pelatihan diikuti oleh 25 peserta dari berbagai kelompok desa binaan, antara lain Pokdarwis Api Alam Desa Sendangharjo, Karang Taruna Lima Bersaudara Desa Bandungrejo, BUMDes Makmur Rejo Desa Bandungrejo, serta Bank Sampah Mandiri Harapan Keluarga (BSM-KH).
Kegiatan difokuskan untuk meningkatkan kapasitas peserta agar mampu berperan sebagai fasilitator wisata edukatif dan pemandu yang komunikatif di wilayah masing-masing.
Ketua IDFoS Indonesia, Joko Hadi Purnomo, mengatakan, bahwa pelatihan ini merupakan upaya lanjutan untuk mengintegrasikan berbagai program binaan Pertamina EP Cepu ke dalam konsep eduwisata.
“Program Wismandi tahun ini berupaya mengintegrasikan seluruh program yang dibiayai oleh Pertamina EP Cepu dalam program eduwisata,” kata Joko Hadi Purnomo dalam keterangan tertulis kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (6/11/2025).
Alumnus SMA Negeri 2 Bojonegoro tahun 1997 ini menjelaskan, bahwa ada beberapa kegiatan yang sebenarnya punya nilai tambah jika dikelola dalam bentuk wisata, seperti kelompok pengelola sampah BSMKH, budidaya ayam petelur, hingga agroeduwisata.
Melalui kegiatan ini, PT Pertamina EP Cepu Zona 12 dan IDFoS Indonesia berharap dapat melahirkan fasilitator-fasilitator baru yang mampu mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat serta memperkuat ekosistem wisata edukatif yang berkelanjutan di Bojonegoro.
”Potensi ini yang kita rajut bersama PEPC agar menjadi nilai tambah bagi desa masing-masing, sehingga ada transformasi pengetahuan. Untuk itu, kami juga menyiapkan fasilitator atau pemandu wisata yang siap mendampingi masyarakat,” jelasnya.
Sementara Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro yang hadir sebagai narasumber, Rukiswati menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menerima kunjungan wisata.
Menurut Rukiswati, hal yang utama, adalah harus siap menerima tamu. Meskipun Bojonegoro tidak memiliki pegunungan yang sejuk atau laut yang mengalirkan angin sepoi-sepoi, tetapi Bojonegoro memiliki potensi wisata yang khas dan unik, baik dari sisi alam maupun budaya lokal yang bernilai sejarah.
”Jika potensi ini kita petakan, ternyata luar biasa sekali dan banyak yang kagum,” tandasnya.(fin)
Pertamina EP Cepu Gelar Pelatihan Fasilitator untuk Penguatan Wisata Edukatif di Bojonegoro






