SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Target produksi minyak dari Lapangan Gegunung di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mundur akibat cuaca buruk yang terjadi di wilayah setempat.
Hujan lebat kerap mengguyur wilayah Tuban. Akibatnya, hingga memasuki bulan Februari 2017, PT Tawun Gegunung Energy (TGE) selaku Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu, belum dapat mulai memproduksi minyak mentah dari 12 sumur yang dikelolanya.
 “Akibat terkendala cuaca, produksi mundur,” ujar Field Manger PT TGE, Ervino, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (7/2/2017).
Meski target produksi mundur karena faktor alam, TGE tidak tinggal diam. Mereka kini fokus pada persiapan sarana prasarana produksi.
Tahun ini TGE juga berkonsentrasi membuat kantor sendiri di dekat mulut Sumur Gegunung. Dimana sebelumnya kantornya di Dusun Ngrojo, Kecamatan Bangilan atau dekat dengan kantor kecamatan setempat.
“Perusahaan juga sedang melakukan pengerasan lokasi kantor,” imbuh pria ramah ini panjang lebar.
Vino berharap tahun ini TGE dapat mengejar target produksi sumur tua di wilayahnya. Selain melakukan re opening sumur peninggalan belanda, perusahaan juga melakukan pemboran baru.
TGE menargetkan mampu memproduksi minyak minimal 100 barel per hari (Bph) di tahun ini. Jumlah produksi tersebut termasuk 10 sumur yang dikelola Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) selaku BUMD milik Pemkab setempat.
Sebagaimana diketahui, tahun 2017 Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, menargetkan setiap KSO mampu memproduksi minimal 150 Bph. Baik yang memiliki wilayah Tuban, Bojonegoro, Jawa Timur, maupun Blora, Jawa Tengah. (aim)