Diterjang Banjir Tanggul Proyek Blok Cepu Kembali Jebol

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (17/2/2015) malam, menyebabkan banjir bandang. Akibatnya tanggul penampungan air atau biasa disebut pon 6 proyek migas Blok Cepu jebol dan merusak lahan pertanian warga.

Informasi yang diperoleh menyebut, tanggul yang jebol itu berada di lokasi proyek rekayasa pengadaan dan konstruksi (Engineering Procurement and Constructions/EPC)-5 Banyuurip, yang dikerjakan PT Hutama Karya – PT Rekayasa Industri (HK-Rekind). Tanggul itu masuk wilayah Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, tepatnya di sebelah timur dari pon 5 yang beberapa waktu juga jebol.

Di duga jebolnya tanggul itu akibat tak mampu menahan air hujan. Akibatnya, air meluber dan menerjang tanaman padi milik Hasim, Sukadi, dam Jaman warga Mojodelik, yang baru berusia sekitar tiga minggu. Tanaman mereka hancur diterjang air bercampur lumpur.

“Kemungkinan jebolnya malam, Pak. Mungkin tidak mampu menahan air hujan. Akibatnya, tanaman padi saya yang baru usia tiga mingguan hancur ludes tertimpa lumpur,” kata Sukadi petani warga Desa Mojodelik kepada suarabanyuurip.com, Selasa (18/2/2015).

Baca Juga :   PEPC Raih Penghargaan Subroto Bidang Keselamatan Migas dan Pemanfaatan Gas Suar

Dia meminta, kepada kontraktor pelaksana proyek EPC-5 Banyuurip, HK-Rekind untuk bertanggungjawab atas rusaknya tanaman padi miliknya.

“Saya minta kontraktor memberikan ganti rugi atas rusaknya tanaman padi saya ini,” tegas warga desa ring satu Blok Cepu.

Perangkat Desa Mojodelik, Sucipto, mengungkapkan, sesuai hasil kroscek sementara di lokasi, tanaman padi yang rusak milik Sukadi, Hasim, dan Jaman. Kerusakan tanaman itu akibat diterjang air bercampur lumpur.

“Sementara baru itu yang saya ketahui, dan kami masih lakukan pengecekan untuk mengumpulkan data tambahan,” imbuh Sucipto, menerangkan.

Dikonfirmasi terpisah, Humas PT HK, Tony belum memberikan jawaban ihwal jebolnya tempat penampungan air 6 dan merusak lahan pertanian warga.

Untuk diketahui, jebolnya tanggul proyek EPC-5 Banyuurip ini merupakan yang ketiga kalinya. Sebelumnya tanggul penampungan air di Pon 5 juga jebol. Kemudian tanggul yang berada di wilayah Desa Gayam juga jebol dan merusak lahan persawahan milik warga setempat. Saat ini giliran Pon 6 jebol yang juga merusak lahan dan tanaman pertanian warga. (sam)

Baca Juga :   Sawah Sekitar EPC 5 Terendam Banjir

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *