SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Pasca koordinasi bersama Pertamina EP asset 4 pada hari Rabu (8/2/2017) lalu, belum disepakatai kapan waktu dilakukan penertiban sumur tua Wonocolo di Kecamatan Kedewan, Bojonegoro, Jawa Timur.
Forum Komunikasi Peimpinan Daerah (Forkompimda) Tuban mengungkapkan pada pertemuan tersebut, setiap unsur hanya menyampaikan rekomendasi untuk ditindaklanjuti bersama.
“Untuk keputusan finalnya akan disepakati pada pertemuan berikutnya,†ujar Kasdim 0811 Tuban, Mayor Inf Suko Edi Winarto, kepadasuarabanyuurip.com, ketika ditemui di RPH Gaji, BKPH Kerek, Jumat (10/2/2017) kemarin.
Mayor Suko menjelaskan, fokus pembahasan pada pertemuan kemarin ada di sumur tua Wonocolo. Penyebabnya di wilayah setempat masih terjadi gejolak dengan penambang lokal. Sedangkan untuk sumur tua di Lapangan Gegunung Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan sudah aman.
Lebih dari itu, Forkopimda Tuban juga mendukung pembentukan satuan tugas (Satgas) terpadu untuk melakukan penertiban penambangan dan peredaran minyal ilegal. Dia juga meminta agar kerjasama (memorandum of understanding/MoU) penertiban yang dilakukan Pertamina EP bersama Polres ditindaklanjuti.
“Untuk mengurangi gejolak di sumur tua perlu pelibatan tenaga lokal sebagai solusi pengalihan kegiatan ilegal refinery serupa di Kecamatan Singgahan,†imbuhnya.
Pria humanis ini juga menjelaskan terkait tindak lajut dari pertemuan tersebut. Pertama, perlu disusun tata waktu pelaksanaan koordinasi dengan 3 Polres dan Kodim di wilayah Tuban, Bojonegoro, dan Blora. Perihal penertiban penambangan dan peredaran minyak ilegal di lapangan, yang selambat-lambatnya tanggal 17 Februari 2017.
Kedua, Pertamina EP akan menyiapkan rencana kegiatan pemberdayaan masyarakat yang saat ini telah berjalan untuk dikembangkan lebih lanjut di wilayah Wonocolo, Kedewan, Bojonegoro. Sedangkan pemberdayaan di wilayah Tuban, Blora menyesuaikan rencana kerja dari SKK Migas dan Pertamina EP.
Ketiga, tindak lanjut sektoral per wilayah dengan kegiatan sosialisasi, dan penertiban di lapangan dilaksanakan setelah pertemuan dimaksud pada point pertama.
“Nantinya semua pihak dari 3 wilayah akan bertemu untuk bergerak menyelamatkan asset negara,†tandasnya. (aim)