Sarankan EMCL Gunakan Pipa Geo Link

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Pipa milik PT Geo Link Nusantara yang sekarang ini terbengkalai diminta digunakan lagi untuk mengantisipasi kerawanan fasilitas yang ada di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, karena harus menampung minyak mentah sebesar 205.000 barel per hari.

“Sebenarnya fasilitasnya mampu menampung sebesar itu, tapi rawan ya. Kalau rusak pasti secara otomatis mati semua,” ujar Wakil Ketua Komisi VII, Satya W Yudha kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (11/2/2017).

Pipa Geo Link sebesar 10 inci sebelumnya digunakan untuk mengalirkan minyak mentah dari gas oil separation plant (GOSP) atau early production facility (EPF) Banyuurip menuju tempat penampungan di Desa Rahayu, Kecamayan Soko, Kabupaten Tuban.  

Namun setelah pembangunan central processing facility (CPF) Banyuurip selesai dan pipa 20 inci terpasang, GOSP kemudian dibongkar dan pipa Geo Link milik rekanan PT Pertamina itu tak termanfaatkan lagi.

Dengan kondisi tersebut, Komisi VII menyarankan kepada operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) agar pipa yang pernah digunakan untuk EPF pada 2015 lalu itu bisa digunakan lagi sebagai alternatif suplai apabila produksinya melebihi kapasitas yang ada. 

Baca Juga :   Alat Pengeboran Tapen 2 Tiba di Lokasi

“Pipa itu dulunya yang digunakan untuk menyalurkan minyak ke PT TWU sebesar 16.000 barel, sisanya ke Cintanatomas. Sekarang kan, tidak terpakai lagi,” ujar Staya, mengungkapkan.

Adanya tambahan pipa tersebut, menurut dia, semua kerawanan yang dikhawatirkan secara tekhnis baik kerusakan atau lainnya bisa teratasi. Namun hal tersebut masih dalam pembahasan internal saat ini. 

“Kita hanya memberikan solusi terbaik sih ya,”pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *