Tiga Kecamatan Penghasil Cabai Gagal Panen

pedagang cabai

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tuban, Jawa Timur menyebut tingginya harga cabai di wilayahnya karena tiga kecamatan penghasil cabai gagal panen akibat cuaca ekstrim yang terjadi sejak awal tahun 2017.

“Curah hujan tinggi mengakibatkan cabai cepat busuk akhirnya gagal panen,” ujar Kabid Perdagangan Diskoperindag Tuban, Bhismo Setya Adji, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (10/2/2017).

Dia memprediksi tingginya harga cabai di Tuban, kisaran Rp 120 ribu sampai Rp 130 ribu berlangsung lama. Fenomena semacam ini juga sudah menjadi pembahasan Nasional.

Di Jatim sendiri tingginya harga cabai langsung memicu inflasi tingkat regional. Hal ini karena di beberapa kabupaten/kota penghasil cabai juga mengalami gagal panen. Khusus Tuban biasanya mengandalkan hasil panen cabai dari Kecamatan Tembakboyo, Jenu, dan Grabagan.

“Ketiganya mengalami kendala yang sama yakni gagal panen,” imbuhnya.

Hal ini berdampak pada berkurangnya suplai ke beberapa pasar tradisional. Untuk langkah pengendalian harga, pihaknya masih menunggu solusi dari Disperindag Jawa Timur. Hari ini salah satu staff bidang perdagangan ditugaskan berkonsultasi ke Disperindag Provinsi. Tujuannya untuk menentukan langkah mengatasi harga cabai di Tuban.

Baca Juga :   Warga Ancam Tanami Pisang

Perlu diketahui, sejumlah pedagang maupun konsumen dua pekan terakhir mengeluhkan harga cabai yang meroket. Harga cabai rawit di Pasar Baru Tuban menembus 120 ribu per Kg. Harga ini setara dengan beras 12 Kg apabila rata-rata harganya Rp 10 ribu.

Bukan hanya cabai rawit saja yang naik, jenis cabai hijau maupun merah juga mengalami hal serupa. Hal ini memicu peralihan pilihan konsumen dalam membeli cabai.

Seorang pedagang cabai di Pasar Baru Tuban, Tomo, membenarkan kenaikan harga cabai bukan hanya berpengaruh pada beralihnya konsumen, namun juga mengurangi pendapatan pedagang. Biasanya dalam sehari mampu menjual 1 Kwintal cabai saat harga normal.

“Pada waktu harga tinggi saat ini mampu menjual 50 Kg cabai sudah bagus,” tandasnya. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *