Enam Investor Asing Pertanyakan Nasibnya ke BBS

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Rencana pengelolaan sumur minyak tua di Lapangan Wanocolo, Kabupaten Bojonegoro, oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), memantik kekhawatiran investor asing. Alasannya, mereka telah menanamkan modal besar dalam kegiatan di sumur peninggalan Belanda tersebut.

Informasi yang diperoleh suarabanyuurip.com, ada enam investor asing yang mendatangi BBS untuk mempertanyakan nasib mereka jika pengelolaan sumur tua diambil alih oleh BUMD.

“Tapi kami tidak bisa memberi keputusan terhadap enam orang investor asing ini.  Karena BBS belum ditunjuk langsung mengelola sumur tua, ” ujar Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan saat dihubungi suarabanyuurip.com, Rabu (15/2/207).

Hanya saja Tony enggan menyebutkan enam investor tersebut. Namun, menurut dia, investor tersebut sudah menanamkan modal atau berinvestasi di sumur tua senilai Rp10-12 Miliar. Mereka khawatir jika PT BBS mengelola sumur tua investasi yang dilakukan sia-sia.

“Mereka takut rugi, tapi tetap kita jawab seperti itu. Belum ada keputusan apa-apa dari Pertamina EP, ” imbuhnya.

Baca Juga :   Klaim Polemik Kompensasi Mengerucut

Sesuai instruksi Bupati Bojonegoro, Suyoto, semua investor asing di sumur tua harus dibersihkan. Karena kuncinya adalah, jangan sampai muncul investor. Karena, kalau muncul investor di BUMD, misalnya, akan terjadi yang namanya “rente” atau orang yang mencari untung. 

“Bukan mendapatkan nilai tambah, tapi dari rente-nya itu,” ujar Bupati Suyoto beberapa waktu lalu.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *