Pengaktifan Pipa Geo Link Sedang Dibahas

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Wacana pemakaian pipa 10 inci milik PT Geo Link Nusantara untuk pipa cadangan penyaluran minyak mentah Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang disampaikan Komisi VII DPR RI sedang dibahas oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).

Pengaktifan pipa Geo Link ini untuk mengantisipasi kerawanan pada saat produksi minyak dari Lapangan Banyuurip yang dikendalikan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) meningkat menjadi 205 ribu barel per hari (Bph).

“Kami masih koordinasikan hal itu secara internal. Tapi tentu saja juga dengan SKK Migas,” ujar Public and Government Affair Manager PEPC, Abdul Malik, Kamis (16/2/207).

Pipa Geo Link itu sebelumnya digunakan untuk mengalirkan minyak mentah dari gas oil separation plant (GOSP) atau early production facility (EPF) Banyuurip menuju tempat penampungan di Desa Rahayu, Kecamayan Soko, Kabupaten Tuban.  

Namun setelah pembangunan central processing facility (CPF) Banyuurip selesai dan pipa 20 inci terpasang, GOSP kemudian dibongkar dan pipa Geo Link milik rekanan PT Pertamina itu dibiarkan terbengkalai.

Baca Juga :   LPG Dijamin Aman Selama Idul Adha

Dengan kondisi tersebut, Komisi VII menyarankan kepada operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) agar pipa yang pernah digunakan untuk EPF pada 2015 lalu itu bisa digunakan lagi sebagai alternatif suplai apabila produksinya melebihi kapasitas yang ada.(rien) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *