Gelar Safety Riding di Rahayu

Safety Reding Rahayu

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Mudi, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) menggelar kegiatan Safety Riding di Balai Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Minggu (19/2/2017). Upaya ini sebagai bentuk keprihatinan banyaknya angka kecelakaan Lalu-lintas, yang mengakibatkan korban meninggal dunia, khususnya di wilayah Tuban. 

“Safety Riding ini penting dan semua warga khususnya sekitar operasi harus memahaminya,” ujar Field Manager (FM) JOB P-PEJ, Nusdhi Septikaputra, kepada suarabanyuurip.com saat ditemui di Desa Rahayu.

Pelatihan yang melibatkan puluhan warga sekitar Mudi kali ini, tujuannya mengajak para masyarakat lebih mengutamakan keselamatan saat berkendara di jalan raya. Upaya ini juga salah satu kegiatan yang dilakukan  dalam memperingati bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Nasional 2017.

Sebelum dilaksanakan bersama warga, pihak operator telah melakukan pelatihan Safety Riding kepada karyawan internalnya. Untuk materinya, difokuskan pada bagaimana tata cara berkendara sepeda motor yang baik dan benar. Guna mengurangi resiko berkendara sepeda motor.

Baca Juga :   AMB Gelar Dialog DBH Migas Blok Cepu

“Pentingnya pelatihan ini karena rata-rata korban meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas merupakan pengendara sepeda motor,” imbuh pria yang menggantikan FM Sugeng Setiono awal tahun 2017 ini.

Lebih dari itu, pasca menerima teori peserta juga diajak praktik langsung terkait cara berkendara yang baik dan benar. Di bawah pengawasan instruktur Sony Susmana, yang berasal dari Safety Defensive Consultan Indonesia (SDCI) seluruh peserta mempraktikan satu per satu.

“Untuk peserta yang telah ikut dalam Safety Riding ini bisa menyampaikan kepada kawan-kawan yang lain yang tidak ikut,” harap Sony Susmana.

Sementara, salah seorang perangkat Desa Rahayu, Sukir, menyambut baik iktikad perusahaan memberikan pelatihan tersebut. Dia berharap pasca pelatihan ini, warga Rahayu khususnya kawula muda lebih tertib dalam berlalu lintas.

“Kedepan komunikasi dan kerja sama seperti ini tetap berjalan dengan baik,” tandasnya.

Data Satlantas Polres Tuban, selama tahun 2016 jumlah kecelakaan di Kabupaten Tuban mencapai 1.487 kasus. Jumlah tersebut termasuk pencapaian tertinggi dibandingkan Laka di 37 kabupaten/kota se-Jatim.

Baca Juga :   Pertamina Rencanakan Bor Ulang Sumur Migas Banyuasin

Rinciannya per 1 Januari sampai 26 Desember 2016, dari 1587 kejadian jumlah kerugian material mencapai Rp 4.721.800.000. Untuk korban Luka Ringan (LR) 2.156 orang, Luka Berat (LB) 25 orang, dan yang Meninggal Dunia (MD) 245 orang.

Sedangkan dalam kurun waktu 1 Januari sampai 31 Desember 2015, jumlah kecelakaan yang terjadi lebih sedikit. Tercatat ada 1.065 kejadian, dengan kerugian material Rp 2.645.900.000. Untuk korban yang mengalami LR mencapai 1.403 orang, 41 orang LB, dan 210 orang MD. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *