13 Ponten dan 1 Kamar Perut Bumi Ambruk

Ponten ambruk

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sebanyak 13 ponten atau kamar mandi dan satu kamar tidur di lingkungan sekitar wisata Perut Bumi, Dusun Wire, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ambruk hari Senin (20/2) kemarin. Dugaan sementara terjadinya insiden ini dipicu hujan lebat di puncak Februari, kemudian membuat bangunan retak.

“Awalnya tidak ada tanda retak apapun hanya saja semalam sekitar pukul 09:00 WIB air di ponten tiba-tiba habis,” ujar pemilik ponten Ulfa, kepada suaraanyuurip.com, ketika ditemui di lokasi kejadian, Selasa (21/2/2017).

Penasaran dengan hal tersebut kemudian Ulfa membicarakan dengan suaminya. sekitar pukul 22:30 WIB ada suara gemuruh, kemudian diakhiri ambruknya ponten yang berada di sebelah selatan wisata perut bumi. 

Tidak hanya ponten, sebuah bangunan kamar milik Antok juga ambruk tak tersisa. Beruntung sang istri yang masih dalam masa penyembuhan dari sakit, jauh dari kamar. Hanya saja waktu menahan pintu, punggung Antok terkena reruntuhan bangunan.

“Memar dibagian punggung, Mas,” terang Antok sambil matanya berkaca-kaca.

Baca Juga :   6 Tersangka Dewasa Pengeroyok Pelajar Bojonegoro Hingga Tewas Akan Disidangkan di PN Surabaya

Pria yang sudah 15 tahun menghuni lingkungan Wire tidak berani menyebutkan, salah satu pemicu ambruk adalah aktifitas pengerukan goa di bawah rumahnya. Dia hanya menyebut kalau tembok rumahnya berbatasan dengan tembok goa.

“Dulunya di bawah rumah saya adalah tumpukan sampah, kemudian dikeruk dijadikan goa perut bumi,” jelasnya.

Ketua RT 05, Rw 7, Rastom, membenarkan terjadinya insiden tersebut. Dia menduga pengelola wisata tidak menepati janjinya membuatkan penyangga cor di bawah rumah Antok. 

“Dulu janjinya akan dibuatkan penyangga mengantisipasi runtuh, tapi entah dibuatkan atau tidak sebab pengeloalnya sedikit tertutup,” tambahnya.

Kapolsek Semanding, AKP Desis Susilo, langsung mengecek lokasi setelah menerima laporand ari warganya. Lokasi ambruk langsung dipasangpolice line, dan menghimbau warga untuk tidak terlalu mendekat.

“Penyebabnya hujan sebulan ini yang memicu ambruk,” ungkapnya.

Camat Semanding, Eko Julianto, bakal membahas insiden ini dalam rapat koordinasi di kantor kecamatannya hari ini. Agenda pertama membahas soal parkir, kemudian membahas bangunan ambruk ini.

“Apakah ditutup atau tidak nanti keputusannya,” tandasnya.

Baca Juga :   Wajib Sertakan Laporan Tertulis, Bagi Peserta Calon PPPK yang Akan Ikut Ujian Susulan

Pantauan di lokasi, beberapa bangunan di sekitarnya juga mengalami retak, dan sangat membahayakan pengunjung. Selain itu, lahan utaranya ponten juga retak sepanjang lima meter, dan lebar 1 cm. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *