SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Hujan turun dengan intensitas sedang yang terjadi hanya sejam di wilayah Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mampu menggenangi jalan masuk komplek Perguruan Muhammadiyah Cepu hingga selutut orang dewasa.
Tak pelak aktivitas wargapun menjadi terganggu. Untuk membuat arus lalu lintas tetap lancar. Sejumlah warga rela turun jalan untuk mengatur laju pengendara agar berhati-hati tak gebut-gebutan. Selain itu, agar tak terjadi penumpukkan kendaraan yang sedang keluar masuk komplek.
Warga Cepu, Â Eko, mengungkapkan, salah satu penyebab utama terjadinya genangan air di jalan adalah kurang normalnya drainase (saluran air) yang ada, dan belum mendapatkan perhatian pemerintah.
“Kondisi seperti ini sudah terjadi lama tapi belum ada perhatiannya.  Justru ada yang sengaja diplester (ditutup bagian atas). Hingga saluran menjadi sempit,†kata dia, kepada suarabanyuurip.com disela-sela mengatur jalan, Rabu (22/2/2017).
“Ini tidak ada satu jam saja genangan air sudah selutut orang dewasa. Kalau lebih dari satu jam akan mencapai diatas lutut orang dewasa pada titik terdalam,†terangnya.
Warga lain, Listria Hendra, mengingatkan, agar pengguna jalan berhati-hati saat melalui jalan yang tergenang air tersebut. Karena tidak menutup kemungkinan kendaraan yang dikemudikan bisa mengalami mesin mati lantaran kemasukan air.
“Harapan kami, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora segera memperbaiki drainase ini agar bisa kembali normal. Sehingga air bisa mengalir dengan lancar,†ungkapnya.
Terpisah, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cepu, Edy Purnomo, membenarkan jika lokasi tersebut sering terjadi genangan ketika hujan turun. Karena adanya pendangkalan dan penyempitan drainase.
“Tahun ini, rencanya dilakukan normalisasi dan pembangunan trotoar sepanjang Jalan Ronggolawe tersebut. Dengan anggaran sekira Rp3,5 miliar,†jelasnya. (ams)