Tiga SMP Jalur Pipa Minyak Blok Cepu Ikut UNBK

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Dari 13 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017, tiga diantaranya berada di jalur pipa minyak Blok Cepu. Masing-masing lembaga tersebut, rencananya bakal menerima 30 unit komputer, meja kursi, dan dua server dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“SMP yang berada di jalur pipa minyak mulai SMPN 1 Soko, SMPN 1 Rengel, dan SMPN 1 Plumpang dipastikan ikut UNBK,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Tuban, Jawa Timur, Nur Khamid, kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi di gedung DPRD Tuban, Kamis (23/2/2017).

Untuk melaksanakan UNBK tahun ini, instansinya telah mengeluarkan anggaran tidak sedikit sekira Rp 3,7 miliar. Anggaran ini dialokasikan membeli sarana prasarana (Sarpras) berupa komputer, meja, dan kursi.

Selain dibagikan ketiga sekolah di jalur pipa, Nur Khamid juga membagikan sarpras serupa ke tujuh sekolah lain di beberapa kecamatan. Mulai SMPN 5, 6 dan 7 Tuban,  SMPN 1 Semanding, SMPN 1 Merakurak, SMPN 1 Jatirogo, dan SMPN 1 Widang.

“Bantuan ini diharapkan menjadi motivasi sekolah menjalani UNBK,” imbuh pria yang juga aktif melatih Cabor Gulat dan Judo Tuban ini.

Baca Juga :   HIMA UT Cepu Gelar Leadership Camp di Kampung Samin Blora

Lebih dari itu, Pemprov Jatim telah mengeluarkan instruksi memperboolehkan pinjam sarpras ke sekolah lain yang telah selesai menjalani ujian. Hal ini menjadi solusi atas maraknya keluhan minimnya komputer.

Dicontohkan, ketika SMPN 7 Tuban komputernya kurang dapat pinjam di SMKN 1 Tuban. Bahkan apabila ingin meminjam gedung pun disilahkan, cukup membawa server sekolah yang berisi soal dan jawaban ujian.

Sebaliknya sekolah yang dipinjami tidak boleh menolak, sebab bakal berurusan langsung dengan Dinas Pendidikan Provinsi. Diharapkan aturan ini dipergunakan sebaik-baiknya, bagi sekolah yang masih minim sarpras ujian.

Kekurangan komputer juga diakui oleh Kepala SMPN 1 Rengel, Sugianto. Dari 281 siswa kelas 9 yang diproyeksikan ikut UNBK, sekolah baru memiliki 66 unit komputer. Itupun sudah ditambah 30 bantuan komputer dari Dinas Pendidikan.

Langkah antisipasinya, UNBK nantinya bakal digelar dalam tiga shift. Sesuai aturan per mata pelajaran harus tuntas satu hari. Kalkulasinya dari 281 siswa akan dibagi tiga. Rata-rata tiap shift butuh 96 komputer untuk 96 siswa, dan 4 komputer untuk cadangan.

Baca Juga :   Bentuk Generasi Al-Qur'an Sejak Dini, Targetkan 1 Kecamatan 1 PAUDQu

Perlu diketahui, masih ada tiga sekolah lagi yang sudah siap mengikuti UNBK ini. Yakni SMPN 1 dan SMPN 3 Tuban yang tahun 2016 menjadi pilot project UNBK. Ditambah SMPK Ronggolawe dengan dana dan fasilitas sendiri. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *