SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Akibat derasnya curah hujan yang sering mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berdampak pada tanaman padi siap panen roboh. Mengantisipasi agar kerugian tidak besar, dengan terpaksa para petani harus memanen padi lebih awal meski harganya jeblok.
Beberapa lahan pertanian yang tanaman padinya roboh diantaranya di Kecamatan Maduran, Babat, Sekaran dan Pucuk.
“Karena padinya roboh, hasilnya juga tidak maksimal. Sehingga membuat harganya pun turun drastis,” ujar salah satu petani Desa Titik, Kecamatan Sekaran, Sukardi, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (25/2/2017).
Dia menjelaskan, jika kondisi normal harga gabah Rp3200 perkilogram, karena tanaman ambruk harga padi hanya turun tinggal Rp 2500 perkilogram.
“Tengkulak hanya berani membeli Rp2500 perkilogram, karena kualitas bulir padinya banyak yang gabuk (tidak berisi),” ujar petani asal Desa Kebalanpelang, Kecamatan Babat, Toyiban.
Selain harga jatuh, hasil panen yang didapat juga mengalami penyusutan hingga 30 persen. Jika normal perhektar menghasilkan 4,2 ton saat ini hanya 3 ton. Akibatnya petani mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.(tok)