CSR Rahayu Baru Terserap 30 Persen

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Program Corporate Social Responsibility (CSR) Blok Tuban tahun 2016 di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dari total Rp 421 juta lebih baru terserap 30 persen. Tanggung jawab sosial perusahaan tersebut baru dirasakan warga terdampak pada bulan Desember 2016.

“CSR tahun lalu baru mulai dicairkan bulan Desember,” ujar Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rahayu, Kamsiadi, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (1/3/2017).

Pria ramah ini mengaku, belum mengetahui penyebab pastinya minimnya serapan CSR tersebut. Dugaan sementara, keterlambatan program karena munculnya gejolak kompensasi yang dihentikan sejak Januari 2016.

Hal ini juga diakui oleh Kepala Desa (Kades) Rahayu, Sukisno. Orang nomor satu di Desa Rahayu ini, langsung melakukan gerak cepat untuk mengoptimalkan dana yang tersedia.

Terhitung sejak bulan Desember 2016 sampai Februari 2017, serapan CSR baru 30 persen. Sisanya bakal dioptimalkan sampai kuartal kedua periode ini. Hanya saja dari 30 persen dana yang diserap, belum semuanya ditransfer ke rekening desa.

Baca Juga :   Sumur 24 Dongkrak Produksi Minyak Sukowati

“Kami saat ini juga sedang ditagih pihak ketiga selaku rekanan pamong desa dalam mengalokasikan CSR,” terang Kisno.

Ketika disinggung berapa jumlah nilai CSR tahun 2017, Kades ring 1 Lapangan Mudi, Blok Tuban ini,  belum mengetahuinya. Hal ini membuat pemdes kesulitan menyusun program pemberdayaan masyarakat.

Apalagi penerimaan CSR tersebut akan disesuaikan dengan rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

Selama dua tahun terakhir jumlah CSR yang diterimanya berkurang. Catatannya, CSR tahun 2015 sebesar Rp 540 juta, dan di tahun 2016 turun menjadi Rp 421 juta lebih. Sedangkan untuk tahun ini diprediksi menerima CSR lebih sedikit yakni di kisaran Rp 400 juta.

“Penyebabnya jumlah produksi Migas dari Lapangan Mudi, maupun Sukowati Bojonegoro turun,” pungkasnya.

Sementara, Field Admin Superintendent (FAS) JOB P-PEJ, Akbar Pradima, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, perihal tersebut sejak pukul 15:42 WIB belum juga memberikan balasan. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   TGE Tanggung Semua Biaya Pengobatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *