SKK Migas Belum Yakin Ada Audit di Campurejo

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Menanggapi pengakuan Pemerintah Desa (Pemdes) Campurejo telah didatangi tim audit pada hari Rabu (1/3/2017) kemarin. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengaku, belum yakin adanya tim audit yang datang ke Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Jawa Timur, terkait pengecekan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ).

“Kok saya belum yakin ya ada tim audit yang langsung datang ke desa itu, untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar, saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Kamis (2/3/3017).

Sebelum menyinggung adanya temuan anggaran yang dinilai janggal dari JOB P-PEJ untuk pemberian program CSR, pihaknya harus mencari tahu terlebih dahulu siapa tim audit yang datang tersebut. Apakah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kita perlu tahu dulu, siapa tim itu. Jangan-jangan salah informasi. Harus kroscek kebenarannya, jangan sampai menimbulkan fitnah,” pungkasnya.

Baca Juga :   Pertamina EP Dukung Penyederhanaan Izin Migas

Diberitakan sebelumnya, Pemdes Campurejo mengaku, kedatangan tim audit yang menunjukkan jumlah anggaran untuk program CSR dari JOB P-PEJ sebesar Rp800 Juta. Padahal, sesuai kesepakatan nilai program CSR tahun 2016 hanya sebesar Rp600 juta yang terdiri dari beberapa kegiatan. “Bahkan, ada Rp296 juta yang belum terealisasikan hingga saat ini,” kata Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno.

Dimana dalam audit ditemukan dugaan kegiatan fiktif. Sehingga membuat Pemdes Campurejo kaget dan langsung mengirimkan surat ke JOB P-PEJ untuk klarifikasi.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *