SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, berharap kepada operator migas Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina – Petrochinas East Java (JOBP-PEJ) menyelesaikan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) tahun 2016, termasuk pembangunan agrowisata. Alasannya saat ini sudah memasuki bulan Maret 2017.
“Mau dikerjakan sama perusahaan mana saja silahkan, tapi segera diselesaikan,” ujar Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno kepada suarabanyuurip.com, saat ditemui di kantornya, Jumat (3/3/2017).
Hingga saat ini pembangunan agrowisata juga belum dilaksanakan. Padahal target sebelumnya selesai bulan Juni 2017 mendatang.
“Jika tak segera dilaksanakan takutnya tak sesuai target awal,†ucapnya.
Disinggung adanya tim audit yang sempat diakui menagihkan program CSR tahun 2016 senilai Rp800 juta, Edi mengaku salah menyebut nama tim. Menurutnya, yang datang pada Rabu (1/3/2017) lalu, merupakan tim testimoni dari operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, JOB P-PEJ. Mereka adalah Sunu, Tarmidzi, dan Nunung.
“Apa ya kalau bukan tim audit, yang tepat mungkin tim testimoni. Saya salah menyebutkan nama tim,” ralatnya.
Edi juga menyampaikan, jika angka Rp800 juta merupakan estimasi nilai program yang dikerjakan oleh PT Grahatma, rekanan JOB P-PEJ untuk menyelesaikan program CSR.
“Waktu tiga orang itu datang ke kantor, mereka menyampaikan ada perusahaan yang akan melaksanakan pembangunan agrowisata. Tapi tidak menyebutkan nama perusahaannya,” imbuhnya.
Edi mengaku, nama perusahaan tersebut didengarnya melalui pihak luar bernama PT Grahatma. PT Grahatma rencananya akan mengambil alih pembangunan agrowisata yang awalnya dikerjakan oleh tim desa.
“Saya menyayangkan tidak ada koordinasi sama sekali dari PT Grahatma,”tukasnya.
Sementara angka yang disebutkan untuk nilai program CSR tahun 2016 rinciannya adalah budidaya jamur tiram, budidaya love bird, pembangunan gapura RT 18, Biogas, dinding penahan rambu, pemberian tambah gizi balita, agro kuliner, dan paving halaman MI.
Kemudian pelatihan pengelolaan website, kewirausahaan pemuda, bank sampah, tenaga perawatan sentra Pad A, Pos Kamling rt 18.
Dari semua program tersebut yang sudah terealisasi sebesar Rp405.296.100, sementara kekurangannya senilai Rp292.845.900.(rien)