SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Keberadaan proyek unitisasi Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) yang dioperatori Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) diharapkan tidak sekadar memunculkan persoalan baru, namun juga harus menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Demikian disampaikan Kepala Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Nunuk Sri Rahayu kepada suarabanyuurip.com di sela-sela menghadiri pembukaan pelatihan dan sertifikasi industri migas yang dilaksanakan PEPC Jalan KH R Moch Rosyid Km05 Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Jumat (3/3/2017).
Menurut Nunuk, proyek migas kerap mendatangkan persoalan baru bagi masyarakat dan pemerintah desa. Seperti masalah pekerjaan dan peluang usaha.
“Soal pekerjaan biasanya tidak sebanding antara jumlah peminat dengan kebutuhan, serta spesifikasi yang ditentukan perusahaan,”ujar Nunuk, mengungkapkan.
Karena itu dirinya berharap kepada operator maupun kontraktor yang melaksanakan proyek J-TB untuk transparan dalam melakukan rekruitmen tenaga kerja.
“Agar tidak menimbulkan gejolak warga,” tegasnya.
Selain pihaknya juga meminta kepada operator untuk lebih memberikan pelatihan kepada masyarakat dan memperhatikan infrastruktur desa-desa terdampak proyek JTB.
“Dengan begitu proyek ini tidak hanya menjadi sumber masalah baru, tapi juga sumber ekonomi warga. Karena banyak peluang usaha yang bisa diberikan kepada warga,”tegas Nunuk.
 Dia menyebut, jumlah usia produktif di wilayahnya yang belum bekerja hingga saat ini sebanyak 300 orang. Rata-rata mereka hanya berpendidikan paling tinggi yakni sekolah menengah pertama (SMP). Â
“SD dan SMP yang paling banyak. Kalau ada yang SMA ya yang baru-baru lulus. Inilah yang menjadi kendala kami selama ini,” pungkas wanita berkacamata minus ini.
Juru Bicara PEPC, Abdul Malik menambahkan, untuk pekerjaan Engineering, Procurement, and Construction Gas Processing Facility (EPC GPF) J-TB yang dimenangi oleh Konsorsium PT Rekayasa Industri – PT Japan Gas Corporation (Rekind-JGC) masih tahap menyamakan persepsi sejumlah item dalam dokumen kontrak.
“Ada beberapa item di dalam kontrak yang sedang kita samakan dan cocokan. Mudah-mudahan April pekerjaan bisa dimulai,” pungkas Malik saat menghadiri pembukaan pelatihan.(suko)