SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sulitnya menemukan minyak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur tidak menyurutkan semangat Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 dalam melakukan pemboran (eksplorasi). Pasca gagal di Sumur Tapen (TPN-02), dan Albatros Putih (ABP-1), kedepan pembuktian cadangan Migas bakal berlanjut di Sumur Pecuk (PCK-01) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.Â
“Lokasi Pecuk Lamongan adalah pemboran pembuktian untuk menemukan korelasi potensi hidrokarbon di wilayah cekungan Jawa Timur,” ujar Field Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperianto, kepadasuarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (4/3/2017).
Untuk pekerjaan seismic-nya sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu. Pertamina sendiri telah melakukan bor pembuktian eksplorasi di sumur Nona (sudah), Tapen-2 (sudah), Albatros-1 (sudah TD), dan Pecuk-01. Eksplorasi di beberapa titik ini target kedalamannya berbeda-beda yaitu antara 1500 – 2000 meter.
Sedangkan target pemboran eksplorasi di Sumur PCK-1 adalah agar kegiatan produksi Migas di wilayah Jawa Timur di Asset-4 tetap sustain/ berkelanjutan. Disinggung lokasi sumur tersebut, Agus belum bisa memastikannya. Hanya saja secara geografis lokasinya agak jauh dari Blok Nona, di Desa Girik, Kecamatan Ngimbang.
“Secara geografis lokasinya agak jauh dari Blok Nona, tapi secara peta geologi bawah tanah positioning-nya tidak terlalu jauh,” imbuhnya.
Perlu diketahui, sejak 2012 sebanyak 11 kecamatan di Lamongan telah dilakukan survei seismik 2D dan 3D di kawasan yang dikenal dengan istilah Blok Nona. Sebelas kecamatan tersebut mulai Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Sambeng, Mantup, Sugio, Babat, Kedungpring, Modo, Bluluk, Ngimbang, dan Sukorame.
Untuk survei Seismik 2D total panjang lintasan untuk 151.5 Kilo meter (Km) dengan volume pekerjaan 2.300 TT. Sedangkan Program Survei Seismik 3D seluas 522 Km dengan volume pekerjaan 23.810 TT. (Aim)