SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Perum Bulog mengklaim sudah siap melaksanakan penyerapan gabah sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomer 5 tahun 2011 untuk mengendalikan harga gabah di tingkat petani.Â
“Bulog jaga stok nasional 4 juta ton. Khusus Jawa Timur, diprediksikan akan menyerap 1 juta ton gabah dari petani,” ujar Direktur Perum Bulog, Wahyu Supariono saat kunjungan di Desa Samberan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (8/3/2017).Â
Selama ini Perum Bulog tidak mempersulit petani dalam pembelian gabah. Semua dilakukan sesuai aturan yang sudah ada di Kementerian Pertanian, yakni tentang aturan pembelian gabah petani.Â
“Jika kadar air 25 persen maka akan dibeli dengan harga Rp3.700/ perkilogram untuk gabah kering panen,” tegasnya.Â
Aster Kasad Mayor  Jendral Komarudin Simanjutak menyampaikan, kehadirannya juga untuk memastikan penyerapan gabah petani dilakukan sebanyak mungkin. Tentu dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp3.700/kilogram.Â
“Jika ada yang bermain atau merugikan petani maka akan berhadapan langsung dengan pemerintah dan TNI,” tandasnya.Â
Pihaknya akan bentuk Satgas untuk mengawasi dan mensukseskan pembelian gabah sekaligus menangkap orang-orang yang melakukan kecurangan.Â
“Kita tidak akan bermain main dengan perintah pemerintah apalagi yang berurusan dengan rakyat,” tukasnya.Â
Sementara itu, Bulog akan membangun posko yang tidak jauh dari jangkauan para petani. Agar apabila ada tengkulak yang mempermainkan para petani bisa dilaporkan dan segera ditindak.(rien)