SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Jawa Timur meminta warga setempat untuk tidak resah adanya isu fenomena Equinox. Meski fenomena alamiah itu dikabarkan meningkatkan suhu sampai 40 derajat Celcius, namun suhu di Tuban masih normal kisaran 24-32 derajat Celcius.
“Masih aman untuk suhu di Tuban, kelembapan udara juga masih normal kisaran 70-90 persen,” ujar Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, kepadasuarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi, Rabu (15/3/2017).
Informasi yang diterimanya dari BMKG, Joko menjelaskan bahwa Equinox merupakan salah satu fenomena astronomi dimana Matahari melintasi garis khatulistiwa. Secara periodik berlangsung dua kali dalam setahun, yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September.
Saat fenomena ini berlangsung di luar​ bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis bagian Utara maupun Selatan. Keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan peningkatan suhu udara secara drastis.
“Dimana kita ketahui rata-rata suhu maksimal di wilayah Indonesia bisaÂ
mencapai 32-36°C,” imbuhnya.
Ditegaskan pula, bahwa Equinox bukan merupakan fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama.
Secara umum kondisi cuaca di wilayah Indonesia cenderung masih lembab/basah. Beberapa wilayah Indonesia saat ini juga sedang memasuki masa/periode transisi/pancaroba.
Ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi kondisi cuaca yang cukup panas dengan meningkatkan daya tahan tubuh, dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan. Masyarakat dihimbau untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari equinox sebagaimana disebutkan dalam isu yang berkembang. (Aim)