SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sejumlah rencana disiapkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), jika menjadi pengelola sumur minyak tua. Salahsatunya akan melakukan kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mendaftarkan semua penambang.
Para penambang sumur tua itu akan didaftarkan BPJS Kesehatan apabila ongkos angkat dan angkut yang diajukan PT BBS kepada Pertamina EP sebesar 80 persen ICP direalisasi atau Rp2.400 Â per liter dari awalnya Rp2.2200 per liter.Â
“Kita batasi satu sumur maksimal lima orang, agar keselamatan mereka terjamin,” tegas Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan.
Saat ini BBS masih melakukan pendataan berapa jumlah penambang di lapangan sumur tua yang akan dikelolannya.
Selain itu, BBS juga berencana melengkapi para penambang di sumur tua dengan Alat Pelindung Diri (APD). Meski alat itu tidak bisa diberikan langsung secara keseluruhan kepada para penambang, tapi tiap bulan akan digilir.Â
“Tiap tiga bulan sekali, kami akan membangun parit untuk menampung limbah. Misalnya ada sepuluh sumur menjadi satu lokasi maka di sekelilingnya harus ada paritnya,” pungkasnya.(rien)