SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Pasca gagal di Sumur Tapen (TPN-02), dan Albatros Putih (ABP-1), Tuban. Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu melanjutkan pemboran sumur minyak dan gas bumi (Migas) di Lapangan Pecuk, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dan telah berjalan lebih dari dua minggu.
“Lapangan Pecuk sudah memasuki Minggu ke-tiga untuk pekerjaan pemborannya,” kata Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, kepada suarabanyuurip.com melalui WhatsApp, Rabu (22/3/2017).
Agus menjelaskan, bahwa peralatan berat dan Rig yang digunakan untuk pemboran di Lapangan Pecuk tidak dari ABP Tuban. Karena Rig dan alat berat dari ABP Tuban akan dipindahkan untuk sumur Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK).
“Bukan dari APB Tuban, Mas. Untuk Rig dari Tuban moved out ke sumur ADK di Nglobo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah,” pungkasnya.Â
Diberitakan sebelumnya, sejak 2012 sebanyak 11 kecamatan di Lamongan telah dilakukan survei seismik 2D dan 3D di kawasan yang dikenal dengan istilah Blok Nona. Sebelas kecamatan tersebut mulai Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Sambeng, Mantup, Sugio, Babat, Kedungpring, Modo, Bluluk, Ngimbang, dan Sukorame.
Untuk survei Seismik 2D total panjang lintasan untuk 151.5 Kilo meter (Km) dengan volume pekerjaan 2.300 TT. Sedangkan Program Survei Seismik 3D seluas 522 Km dengan volume pekerjaan 23.810 TT. (tok/sam)