DBH Migas Pendidikan Menurun Drastis

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Dinas Pemukiman Kawasan Perumahan dan Cipta Karya, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi (DBH Migas) untuk pendidikan setiap tahunnya terus mengalami penurunan. Pada Tahun 2016 target Rp29.303.415.000 realisasi Rp18.523.511.392 misalnya.

“Bahkan Tahun ini menurun drastis, hanya dapat Rp14 miliar saja,” kata Plt Dinas Pemukiman Kawasan Perumahan dan Cipta Karya, Andy Tjandra, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (25/3/2017).

Anggaran tersebut hanya cukup untuk rehabilitasi bangunan. Meski rehabilitasi sekarang ini hampir sama dengan bangunan baru karena sekolah wajib memiliki sanitasi.

“Rata-rata sanitasi di gedung Sekolah Dasar (SD) di Bojonegoro masih buruk. Mulai sekarang kita perbaiki dan tingkatkan lagi,” imbuhnya.

Pihaknya akan melakukan rehabilitasi gedung dari uang migas tersebut di 15 SD yang tersebar di seluruh kawasan Bojonegoro. Termasuk ring 1 lapangan migas.

“Seperti di Kecamatan Gayam, Ngasem, Kalitidu, Bojonegoro, dan Kapas,” imbuhnya.

Dari data yang diterima, pada tahun 2010 target penerimaan Rp2.449.759.168 realisasi Rp5.056.319.040. Tahun 2011 target penerimaan Rp5.233.000.000 realisasi Rp6.993.459.141, tahun 2012 dari target penerimaan Rp8.122.329.554 realisasi Rp14.808.417.673, tahun 2013 target penerimaan Rp13.357.560.784 realisasi Rp13.664.602.438. Tahun 2014 target penerimaan Rp19.941.928.634, realisasi Rp20.382.514.214. Tahun 2015 target penerimaan Rp26.011.331.431 realisasi Rp24.906.051.331, tahun 2016 target Rp29.303.415.000 realisasi Rp18.523.511.392.(rien)

Baca Juga :   Peringati HUT Pramuka, SMPN 1 Purwosari Gelar Persami

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *