Dorong Tujuh SMK Buka Jurusan Perminyakan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Dinas Pendidikan Tuban, Jawa Timur, sebagai tangan kanan Bupati Fathul Huda, mendotong tujuh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayahnya segera membuka jurusan teknik pengolahan minyak. Terobosan ini sebagai upaya penyiapan tenaga kerja, menjelang beroperasinya kilang pengolahan minyak mentah patungan Pertamina-Rosneft Oil Company.

“Meskipun hak asuhnya di tangan Pemerintah Provinsi Jatim, jurusan baru itu harus dijalankan,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Tuban, Nur Khamis, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, melalui sambungan teleponnya, Sabtu (25/3/2017).

Tujuh SMK yang diplot membuka jurusan perminyakan yakni, SMKN 1, SMKN 3, SMKN Jatirogo, SMK Taruna Jaya Prawira (TJP), SMK YPM 12, SMKN Tambakboyo, dan SMKN Palang. Dari tujuh sekolah kejuruan itu, hanya SMKN 1 yang tahun ini menyatakan kesanggupannya membuka jurusan tersebut.

Pria humanis itu mengaku, ide membuka jurusan perminyakan sudah diplaning sebelum ada kebijakan pengalihan hak asuh Pendidikan Menengah (Dikmen). Pasca peralihan tersebut, Dinas Pendidikan kini hanya dapat menyupport dan membentu koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Tuban.

Baca Juga :   Serahterimakan Gedung PAUD Sartika Bonorejo

“Rencana ini menjawab keinginan Bupati Fathul Huda supaya lulusan SMK tak menjadi penonton di rumah sendiri,” imbuh pelatih gulat Tuban ini.

Meskipun ada pengalihan hak asuh, pihaknya bakal terus berkoordinasi dengan Pemprov Jatim supaya ide/keinginan ini dapat terwujud. Sinergi tersebut untuk meningkatkan daya saing lulusan Bumi Wali (sebutan lain Tuban) menghadapi industrialisasi di rumahnya sendiri.

Sementara, terkait akan berdirinya Kilang minyak di Kecamatan Jenu, Kepala SMKN 1 Tuban, Basuki, telah menyiapkan diri salah satu prioritasnya dengan membuka jurusan teknik pengolahan minyak. Apabila tidak ada kendala, lembaganya bakal mulai menerima siswa baru pada periode 2017/2018.

“Mudah-mudahan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dapat memberikan dukungan penuh,” sambungnya.

Menyikapi rencana ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim di Tuban, Edy Sukarno, mendukung. Dengan catatan, manajemen sekolah juga memperbaiki internal dan eksternalnya. Mulai perbaikan mutu pendidik, peserta didik, sampai komunikasi dan kerjasama dengan industri.

“Kemajuan pendidikan jangan hanya diserahkan kepala sekolah, tapi bupati harus bergerak karena yang memiliki kuasa,” pungkas pria yang pernah menangani SMK TJP, SMKN Montong, dan SMKN 3 Tuban ini.

Baca Juga :   Di Sanggar Literasi Bu Okta, Anak-anak Diajari Menulis hingga Terbitkan Buku

Diharapkan, kemajuan pendidikan bukan hanya diserahkan kepada provinsi, namun pilar pendidikan mulai pemerintah, keluarga, dan masyarakat harus mendukungnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *