SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Meski pelaksanaan program tanggungjawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) tahun 2016 dari Operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih menyisakan persoalan, namun tidak membuat pemerintah desa (Pemdes) setempat kapok.
Pemdes Ngampel kembali mengajukan program CSR kepada Joint Operating Body Pertamina – Petrochina untuk tahun 2017. Total anggaran CSR 2017 yang diajukan sebesar Rp400 juta untuk tujuh rukun tetangga (RT). Â Masing-masing RT mengajukan proposal program sesuai kebutuhan warga. Â
“Kalau jenis programnya apa saja, saya tidak hafal. Tapi yang pasti tahun ini kita mengajukan lagi,” kata Ketua Tim CSR Desa Ngampel, Sutrisno kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (5/3/2017).
Pihaknya berharap, diakhir kontraknya, JOB P-PEJ memberikan kesan baik kepada warga sekitar operasi. Karena bagaimanapun aktivitas di Pad B mulai pemboran hingga produksi telah memberikan dampak bagi lingkungan sekitar.Â
“Pemberian program CSR ini kan sudah kewajiban, jadi kami berharap tetap dijalankan dengan baik tanpa ada konflik,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, anggaran program CSR 2016 yang dilaksanakan Pemdes Ngampel belum semuanya dibayar JOBP-PEJ. Padahal pelaksanaan anggaran tersebut menggunakan APBDes.(rien)Â