SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Mulai tahun 2017 petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tidak perlu khawatir menghadapi fenomena pupuk subsidi langka. Kebutuhan pupuk setiap petani bakal di backup dalam sebuah kartu tani.
“Kartu ini sebagai solusi mengontrol ketersediaan pupuk di tingkat daerah,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, ketika dikonfirmasi di komplek Pendapa Krida Manunggal Tuban, Kamis (30/3/2017).
Program dari Kementerian Pertanian ini masih tahap uji coba dan sosialisasi. Kedepan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban bakal menerapkan kartu ini di beberapa desa.
Apabila dalam tahap awal ini ada kekurangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban bakal menyampaikan saran dan masukan ke pusat. Setelah ada perbaikan baru kartu ini, dibagikan ke 205 ribu petani di Bumi Wali (sebutan lain Tuban).
Dicontohkan, bila setiap petani kebutuhan pupuknya hanya 1 ton. Otomatis langsung tertera di kartu tersebut. Petani tidak dapat meminta jatah pupuk tambahan.
“Kartu ini semacam ATM sehingga distribusi pupuk lebih terkontrol,” imbuh pria yang sebelumnya menjabat Kepala Bappeda Tuban.
Apakah kartu ini dapat digunakan hal lain, Budi masih membicarakannya dengan pihak Bank Negara Indonesia (BNI). Informasi yang diterimanya hal itu bisa saja dilakukan, tinggal membahas teknisnya.
Sementara itu, Kepala BNI Tuban, Bintara, menjelaskan, kartu tani ini diluncurkan dalam rangka mempercepat swasemabada pangan. Sekaligus mengontrol distribusi pupuk di tingkat daerah.
Alat transaksi berupa kartu debit itu, bakal memudahkan pemerintah. Penyaluran pupuk bersubsidi akan lebih tepat sasaran, karena menggunakan sistem by name by address.
Perlu diketahui, program kartu tani ini dikerjasamakan dengan empat bank milik negara yaitu BNI, BRI, BTN, dan MANDIRI. Perbankan ini mendapat mandat ikut serta dalam pembangunan negara. Utamanya di bidang pertanian melalui program kartu tani.
Untuk wilayah Jawa Timur dicover BNI, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) oleh BRI, Jawa Barat oleh bank Mandiri, dan wilayah Banten oleh BTN. (Aim)