SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), menyampaikan, saat ini dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) Blok Cepu masih dalam pembahasan tekhnis. Amdal tersebut untuk peningkatan produksi Banyuurip dari 185.000 barel per hari (bph) ke 200.000 bph.
“Sempat ditunda untuk pembahasan dengan stakeholder, karena secara tekhnis dokumen tersebut perlu perbaikan,” kata Public Affairs and Social Development ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto, Kamis (30/3/2017) kemarin.
Erwin menyampaikan, didalam AMDAL tersebut, meminta izin kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk produksi rata-rata 200.000 bph dalam setahun dari sebelumnya 185.000 bph.
Untuk perubahan fasilitas produksi tidak ada, memang salah satu catatannya peningkatan produksi rata-rata dengan tidak menambah fasilitas produksi.
“Hal itu sudah sesuai dengan permintaan dari pemerintah, jadi tidak ada penambahan fasilitas produksi,” imbuhnya.
Dengan menggunakan fasilitas sekarang ini, sebenarnya 200.000 bph itu sudah bisa melalui pipa yang ada, tapi dengan adanya usulan Komisi VII DPR RI untuk penggunaan pipa milik PT Geo Link sebagai tambahan, Erwin tidak bisa berkomentar karena wewenangnya Pertamina EP Cepu (PEPC) bahwa mereka sedang melakukan evaluasi tersebut.(rien)