Masih Ada Warga Miskin Sekitar Migas Banyuurip

SuaraBanyuurip.com Ririn Wedia

Bojonegoro – Meski memiliki sumber minyak dan gas bumi (Migas). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, belum mampu mengentas kimiskinan masyarakat secara maksimal. Sebagaimana disebutkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro. Bahwa di wilayah ring satu lapangan Migas masih ada warga miskin atau tidak mampu.

Salah satu diantaranya adalah warga sekitar Lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu yang berpusat di Kecamatan Gayam, Bojonegoro.

Kepala Bidang Kesejahteraan (Kesra) Bappeda, Zunaedi, mengatakan, seharusnya program Corporate Social Responsibility (CSR) dari semua operator migas bisa mengentaskan kemiskinan termasuk di sekitar pemboran.

“Kita memang belum menganilis dampak pemberian program CSR terhadap masyarakatnya, namun yang jelas kemiskinan masih merata tidak hanya ring 1 migas saja,” ujarnya saat ditemui Suarabanyuurip.com, di kantornya, Jumat (31/3/2017).

Sesuai Basis Data Terpadu Kemiskinan yang dilakukan tiga tahun sekali, pada tahun 2012 ada 572.535 orang menjadi 525.855 orang. Ada penurunan meski belum signifikan.

Sedangkan di Kecamatan Gayam, wilayah ring 1 Lapangan Banyuurip, jumlah rumah tangga dengan status kesejahteraan sampai dengan pendapatan terendah secara nasional sebanyak 3.778 rumah tangga. Rinciannya pendapatan terendah pertama atau Desil 1 sebanyak 1.672 rumah tangga, Desil 2 sebanyak 1.130 rumah tangga, Desil 3 sebanyak 1.243 rumah tangga, Desil 4 sebanyak 743 rumah tangga.

Baca Juga :   4 Tergugat Mangkir, Sidang Gugatan PI Blok Cepu Ditunda Tiga Pekan

Untuk mengukur kemiskinan tersebut dengan menggunakan 14 indikator diantaranya luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 meter persegi tiap orang, jenis lantai bangunan tempat tinggal terbuat dari tanah atau bambu atau kayu. Sumber air minum dari sumur, sungai atau air hujan.

Dan sumber penghasilan rumah tangga adalah petani dengan luas lahan 0,5 hektar, buruh petani, nelayan, buruh bangunan dan pekerjaan lainnya yang berpenghasilan dibawah Rp600.000 tiap bulan.

“Kita masih temukan indikator tersebut di wilayah ring 1 Blok Cepu,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *