SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad SampurnoÂ
Blora – Penataan taman di Cepu terus dilakukan untuk memperindah Kota Minyak tersebut. Salah satu diantaranya penataan Taman Monumen Djati Kusumo yang berada di sudut perempatan Kantor Pos Jalan Ronggolawe Cepu. Namun, dalam penataan taman tersebut ternyata  tidak masuk dalam perencanaan Pemerintah Kabupatan (Pemkab) Blora, Jawa Tengah. Bahkan besaran anggarannya pun tidak diketahui.
Berbeda dengan rencana penataan taman lainnya. Seperti penataan Lapangan Tuk Buntung dengan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar, Bundaran simpang 7 Taman seribu dengan anggaran Rp200 juta, Penataan estetikan bundaran patung Kuda Ronggolawe dengan anggaran Rp.1,4 miliar, serta penataan Taman Patih Mentaun di Pertigaan Kapur Tulis Cepu dengan anggaran Rp150 juta.
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cepu, Edy Purnomo mengatakan, dalam perbaikan taman monumen Djati Kusumo pihak kecamatan tidak mengetahui apakah itu masuk dalam perencanaan pembangunan tahun ini atau tidak. Yang dia tahu, penataan tersebut dimulai sejak sepekan lalu.Â
Edy, mengaku jika penataan taman tersebut memang tidak ada dalam perencanaan. Pasalnya, tidak ada didalam rencana pembangunan tahun 2017 ini oleh Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora.
Dia menduga, jika pengerjaan taman tersebut langsung ditangani oleh pihak Dinrumkimhub yang bentuknya pemeliharaan seperti biasa.
“Itu mungkin saja pemeliharaan jadi langsung dari dinas terkait,†ujarnya, kepada Suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.
Pelaksana pekerjaan perbaikan taman, Supardi mengaku, jika taman Monumen Djati Kusumo akan diperindah lagi. Supaya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Karena sebelumnya, taman tersebut dilingkari pagar dan tertutup dengan pohon kelapa sawit. Dengan target penyelesaian pekerjaan selama satu minggu.
Saat disingung terkait anggaran, dia enggan menjawab. “Langsung kedinas saja, kami hanya dimitai tolong,†ujarnya.
Terpisah, Kabid Kelistrikan dan Pertaman Dinrumkimhub Blora, Langgeng Warsito, membenarkan  jika penataan taman tersebut tidak masuk dalam pos perencanaan tahun ini karena sifatnya hanya perawatan.Â
Pihaknya mengistilahkan, perawatan taman tersebut seperti melihat adanya mati lampu dan lampu rusak. Maka sepontan dia akan langsung memperbaiki. Atau saat dia melihat taman yang kurang elok maka langsung diperbaiki.
“Begitu juga dengan taman ini karena terlihat kurang enak dipandang kemudian sepontanitas kami perbaiki dengan perawatan kantor,†ujarnya. (ams)