SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, menilai bahwa dihentikannya operasi Migas, lantaran aksi mogok para buruh, bisa memancing isu global. Mengingat, Migas terkait dengan pasokan untuk Negeri.
Field Manager (FM) Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, menyatakan, bahwa tadi malam (1/4/2017) dirinya mengikuti perkembangan aksi yang dilakukan para buruh.
“Bahkan tadi malam ketemu dengan Wakapolres Blora,” terangnya, kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (2/4/2017).
Dia menjelaskan, bahwa intinya upaya mediasi permasalahan tenaga kerja seharusnya tidak dan jangan sampai menghentikan kegiatan operasi.
“Mengingat sarana yang di operasikan adalah object vital Negara,” kata Agus.
Pihaknya mengaku, ikut menyampaikan kepada Wakapolres, bahwa kegiatan operasi migas yang dihentikan sepihak dan tanpa alasan, akan memancing isu global.
“Mengingat migas terkait dengan pasokan energi untuk Negeri,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, sampai dengan hari ini, para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu masih melakukan mogok kerja, lantaran dari KSO Pertamina PT GCI dianggap tetap pada kebijakan PHK.
Namun, GCI membantah adanya PHK tenaga kerja GCI.
Hanya saja, ada dua vendor yaitu PT Nusa Bhakti Wiratama (NBW), dan PT Centra Indo Teknik (CIT) telah habis masa kontraknya dengan GCI. Sehingga berpengaruh pada tenaga kerja. (ams)