SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Kepolisian Resort (Polres) Blora, Jawa Tengah, menduga ada unsur sabotase dari para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pertamina (SPKP) Cepu dengan mematikan mesin. Supaya Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina PT Geo Cepu Indonesia (GCI) terganggu dalam operasinya.Â
Wakapolres Blora, Kompol Indriyanto Dian Purnomo, meyatakan, bahwa pihaknya telah mengirimkan anggotanya untuk  melakukan pengamanan pada PT GCI, untuk mengantisipasi konflik dan sabotase dari karyawan Minggu (2/4/2017) kemarin.
Merasa kinerja proses produksinya terganggu, lanjut dia, PT GCI meminta tambahan personel dari Polres Blora untuk pengamanan.Â
Dia menegaskan, sempat terjadi indikasi sabotase dari mantan karyawan PT GCI yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Mereka sempat mematikan mesin produksi pengeboran minyak agar tidak beroprasi.
“Kemarin sempat dihentikan paksa beberapa jam. Tapi sejak Minggu pagi pukul 10.00 WIB, semua sumur telah beroperasi lagi,†katanya, kepada Suarabanyuurip.c, Senin (3/4/2017).Â
Wakapolres, mengatakan, bahwa Polres Blora selaku aparat keamanan dan penegak hukum akan selalu siap membantu mengamankan PT GCI, karena ini merupakan aset negara.
“Untuk permasalahan antara perusahaan dan karyawan pihak Polres Blora tidak turut ikut campur karena itu merupakan permasalahan internal perusahaan,†ujar dia.Â
Tugas Kepolisian hanya membantu pengamanan dan akan menindak siapa saja yang mencoba melakukan sabotase maupun mengganggu bahkan merusak aset negara.
“Kami siap mengamankan aset negara dan perusahaan PT GCI, apabila terjadi konflik yang sekiranya dapat menimbulkan gangguan kamtibmas dan kerugian di salah satu pihak kami sebagai aparat penegak hukum akan bertindak tegas.†tandas Kompol Indriyanto. (ams)