SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menyampaikan, proses negosiasi jual-beli hak kelola lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Blok Cepu masih terus berjalan.
“Pemerintah memang meminta Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) bernegosiasi dengan mitranya semua untuk bisa menjalankan sesuai arahan pemerintah,” ujar Vice President Public and Government Affair ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto, beberapa waktu lalu saat di Bojonegoro.
Untuk model penjualan baik menggunakan skema sole risk atau Pertamina bekerja sendiri pada proyek J-TB atau farm out atau pengalihan hak dan kewajiban hingga kini masih dibicarakan.
“Karena memang belum tuntas,” imbuhnya.
Disinggung lamanya negosiasi ini mempengaruhi jadwal pengerjaan EPC-GPF (Enggineering, Procurement, and Construction-Gas Processing Facilities), Erwin menegaskan tidak akan ada pengaruhnya.
“Komitmen kita, sesuai arahan pemerintah. Dengan meminta PEPC berbicara dengan mitra-mitra di Blok Cepu,” tandasnya.
EMCL siap berbicara, dan sesuai komitmen pihaknya mendukung supaya jadwal pelaksanaan EPC GPF yang dibuat PEPC tidak terganggu.
Seperti diketahui, lapangan gas J-TB merupakan unitisasi antara Blok Cepu dengan Lapangan Pertamina EP, ExxonMobil dan PEPC memiliki hak kelola. Masing-masing 41,4 persen. Sisanya dimiliki oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar 9,2 persen dan Pertamina EP sebesar 8 persen.(rien)