Pengembangan Migas Kedung Keris Barat Sudah Dibahas dengan BKS Blok Cepu

Migas kedung keris.
Lapangan minyak Kedung Keris, Blok Cepu di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Lapangan ini rencananya akan dikembangkan ke Kedung Keris Barat (West) melalui pengeboran miring sejauh 3 Km.

SuaraBanyuurip.com – Rencana pengembangan lapangan minyak West Kedung Keris (KDK) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melalui directional drilling atau pengeboran miring telah dibahas ExxonMobil bersama Badan Kerja Sama (BKS) Blok Cepu. Rencana teknologi ini dipilih karena dinilai lebih efisien daripada pengeboran normal.

Pengeboran miring atau directional drilling adalah teknik pengeboran migas non-vertikal untuk mencapai target reservoir yang tidak tepat berada di bawah permukaan lokasi rig.

“Iya, itu sudah pernah dibahas. Exxon akan menggunakan teknologi terbarunya,” kata Ketua BKS Blok Cepu, M. Kundori kepada suarabanyuurip.com.

BKS merupakan gabungan empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memilik 10 persen saham di Blok Cepu melalui pernyertaan modal (Participating Interest/PI).

Keempat BUMD itu BUMD Bojonegoro PT. Asri Dharma Sejahtera/ADS (4,5%), BUMD Provinsi Jatim PT. Petrogas Jatim Utama/PJU (2,2%), BUMD Blora PT Blora Patragas Hulu/BPH (2,28 %), dan BUMD Provinsi Jateng PT Sarana Patra Hulu Cepu/SPHC (1,1%).

Dari penjelasan ExxonMobil kepada BKS Blok Cepu, lanjut Kundori, pengeboran miring sumur Kedung Keris Barat (West) dinilai lebih efisien. Sebab, tidak membutuhkan pembebasan lahan untuk pembangunan tapak sumur, dan membangun jalan baru menuju lokasi pengeboran.

“Saat pembahasan sempat disampaikan kisaran investasi yang dibutuhkan. Tapi saya lupa pastinya,” tuturnya.

Menurut Kundori, rencana pengembangan lapangan Kedung Keris Barat juga telah disampaikan petinggi ExxonMobil kepada Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono saat silaturahmi dan halal bihal di rumah dinas beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Fasilitas Pemrosesan Minyak Banyu Urip Dihentikan, Produksi Diperkirakan Turun

“Intinya, ExxonMobil meminta dukungan kepada Pemkab Bojonegoro untuk rencana itu,” ujarnya.

Pejabat ExxonMobil Temui Bupati Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono (baju putih) foto bersama pejabat ExxonMobil dan Ketua BKS Blok Cepu, M Kundori (paling kiri).(foto tangkap layar)

Kundori mengaku belum mengetahui secara pasti kapan pengembangan lapangan Kedung Keris Barat akan dimulai. Sebab, ExxonMobil sekarang ini sedang fokus mengajukan proposal perpanjangan kontrak wilayah kerja (WK) Blok Cepu yang akan habis pada 2035.

“Exxon inginya memasukan Kedung Keris menjadi satu proposal. Selain itu masih ada negoisasi terkait split dengan pemerintah,” ungkap Direktur Utama PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) itu.

Kundori menambahkan, pemerintah sebenarnya menginginkan agar lapangan Kedung Keris Barat segera dikerjakan agar bisa menambah lifting nasional.

“Dengan kondisi geopolitik global sekarang ini, tambahan lifting sangat berarti bagi ketahanan energi,” pungkasnya.

Pengembangan sumur Kedung Keris Barat rencananya akan dilakukan pengeboran miring sejauh 3 kilo meter (KM) dari sumur Kedung Keris yang sekarang ini sudah produksi. Titik lokasi sumber minyak diperkirakan berda di Desa Leran.

“Iya sudah dengar. Kabarnya titik sumber minyaknya antara Dusun Kuce dan Lestari,” kata Kepala Desa Leran, Mutabi’in.

Baca Juga :   BKS Blok Cepu Lifting Mandiri 100 Ribu Barel Per Bulan

Kepala desa dua periode itu berharap sumur Kedung Keris Barat nantinya dilakukan pengeboran normal. Seperti pengeboran sumur Kedung Keris di Desa Sukoharjo yang sekarang ini sudah produksi. Sehingga bisa memberikan efek berganda-multi plier effect-bagi masyarakat Desa Leran.

“Baik dari penyerapan tenaga kerja maupun peluang usaha lainnya. Juga Leran bisa menjadi desa penghasil migas seperti Desa Sukoharjo,” tegas Mutabi’in.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan, ada tiga lapangan migas di wilayah kerja pertambangan (WKP) Blok Cepu yang berada di Kabupaten Bojonegoro, akan dikembangkan oleh ExxonMobil. Total investasinya mencapai US$ 472,2 juta atau sekitar Rp 7,15 triliun.

Ketiga lapangan migas tersebut adalah lapangan Kedung Keris West (Barat) di Desa Sukoharjo; lapangan gas Alas Tuwo West di Desa/Kecamatan Ngasem; dan lapangan gas Cendana di Desa Cendono, Kecamatan Padangan.

“Total investasi untuk pengembangan tiga lapangan migas tersebut mencapai US$ 472,2 juta atau sekitar Rp 7,15 triliun,” kata Bahlil saat kunjungan kerja di lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Senin 30 September 2024.

Dia menjelaskan, untuk rencana pengembangan West Kedung Keris dilakukan periode 2025-2027 dengan nilai investasi US$ 48 juta. Rencana pengembangan lapangan gas Cendana investasinya mencapai US$ 170,3 juta, dan investasi lapangan gas Alas Tua West sebesar US$ 253,9 juta.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait