SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Tim Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) Kilang Tuban, Jawa Timur, melakukan survei sembilan desa di Kecamatan Jenu, selama dua hari, sejak Senin (3/4/2017) hingga hari ini, Selasa (4/3/2017). Selain menyasar empat desa wilayah operasi kilang, tim juga mendatangi lima desa di sekitarnya.
“Sejak kemarin tim berangkat dari Kecamatan Jenu,” ujar Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Jenu, Suwoto, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Selasa (4/4/2017).
Sembilan desa yang menjadi sasaran survei adalah Desa Wadung, Kaliuntu, Rawasan, Mentoso, Remen, Beji, Purworejo, Tasikharjo, dan Sumurgeneng Kecamatan Jenu. Hanya saja, Suwoto belum bisa menjelaskan maksud dan tujuan tim ke lapangan.Â
“Langsung konfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup ya, karena sejak kemarin yang mendampingi ke lapangan,” saran pria yang hobi olahraga tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban, Bambang Irawan, belum menjawab panggilan telepon suarabanyuurip.com, sejak pukul 12:32 WIB. Pesan singkat terkait hasil tim Amdal di lapangan juga belum direspon.Â
Perlu diketahui, hasil rapat koordinasi (Rakor) di Hotel Patrajasa Jakarta (29/3) lalu, disepakati tali asih dari pemerintah pusat sebesar Rp6,5 miliar untuk 779 petani. Setiap hektarnya tali asih yang diberikan kepada petani menggarap lahan Kilang Tuban milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebesar Rp 20 juta.
Pada bulan ini bakal dilakukan rakor bersama tim. Sekaligus melaksanakan sosialisasi pengosongan lahan, dan pembagian tali asih yang di sepakati. Cash money (uang tunai) tersebut langsung masuk ke rekening atas nama petani penggarap melalui rekening BRI.
Sedangkan untuk pemasangam plang dan bener sebagai pengumuman pengosongan lahan akan dilakukan mulai tanggal 1 Mei 2017. Sebelum peletakan batu pertama kilang oleh Presiden Jokowi pada bulan Juli 2017 mendatang. (aim)