Dinsos Sebut Bukan Karena Warga Miskin Bertambah

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Jumlah penerima beras sejahtera (rastra) tahun 2017 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Jika tahun 2016 lalu, penerima rastra sebanyak 118.354 kepala keluarga (KK),  tahun ini meningkat menjadi 121.462 kepala keluarga.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro, Adi Witjaksono mengatakan, meningkatnya jumlah penerima rastra ini bukan berarti orang miskin di Bojonegoro bertambah. Melainkan karena ada penambahan kuota dri Kementerian Sosial (Kemensos).

“Jadi bukan karena warga miskinnya meningkat,” tegas Adi.

Warga penerima rastra sekarang ini disebut Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang didata oleh Kemensos melalui Pusat Data Dan Informasi pada tahun 2015. 

Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Kesejahteraan Sosial Bagian Kesejahteraan Sosial, Cahyo Lukito mengatakan, rastra akan dibagikan bulan ini untuk penyaluran di bulan Januari dan Februari. 

“Penyaluran akan dilakukan dua bulan sekaligus, karena ada keterlambatan dari pusat. Sebenarnya KPM mendapatkan setiap bulannya,” ujarnya melalui telepon genggamnya.

Untuk penyaluran rastra di wilayah tambang migas diantaranya Kecamatan Bojonegoro ada 18 desa/kelurahan dengan jumlah KPM sebanyak 1.710 kepala keluaga (KK), pagu per bulan 25.650 kilogram. Sedangkan Kecamatan Kapas, ada 21 desa/kelurahan, jumlah KPM 3.853 kepala keluarga, pagu per bulan 57.795 kilogram.

Baca Juga :   Guru Ngaji Demo Kejaksaan Bojonegoro Tuntut Tersangka Shodikin Dibebaskan

Untuk Kecamatan Gayam ada 12 desa/kelurahan dengan jumlah KPM 2.670 kepala keluarga, pagu per bulan 40.050 kilogram.

“Masing-masing kepala keluarga mendapat 15 kilogram beras senilai Rp1600 perkilogramnya,” pungkasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *