SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pengambilalihan hak kelola Blok Tuban yang kini di operatori Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) dijadwalkan bulan Mei 2017 mendatang. Hal ini terjadi setelah Pemerintah memutuskan memberikan hak kelola blok Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang akan berakhir kontraknya ke PT Pertamina (Persero).
“Rencana awal pada bulan Mei mendatang ada tujuh Blok Migas yang bakal diteken saat pameran yang digelar Indonesia Petroleum Association (IPA) ke-41,” ujar Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I.G.N. Wiratmaja Puja, melalui siaran pers yang diterima suarabanyuurip.com, Kamis (6/4/2017).
Sebenarnya ada delapan blok Migas yang akan berakhir kontraknya, tetapi hanya tujuh blok yang bakal ditandatangani. Adapun blok yang tidak ditandatangani kontraknya adalah Blok NSO.
”Lapangan yang sudah terminasi, kontrak barunya akan ditandatangani semuanya pada saat IPA (Mei), kecuali Blok NSO,†terangnya.
Adapun tujuh blok yang akan ditandatangani kontraknya bulan depan adalah Blok Sanga-sanga, Blok East Kalimantan, Blok Attaka, Blok South East Sumatera, Blok Tengah, Blok Tuban, dan Blok Ogan Komering. Masa kontrak blok-blok tersebut akan berakhir dalam tahun ini sampai 2018.
Apabila kontrak tujuh blok Migas tersebut tidak bisa diteken bulan depan, maka pemerintah akan memprioritaskan tiga blok migas besar, seperti Blok Sanga-Sanga dan South East Kalimantan (SES).
”Karena jarak expired-nya dekat dan kondisi lapangannya juga kompleks,” jelasnya.
Dalam kontrak baru tersebut, Pertamina akan menggunakan skema bagi hasil gross split atau tanpa pengembalian biaya operasional. Skema tersebut telah diterapkan dalam kontrak Blok Offshore North West Java (ONWJ).
Beberapa waktu lalu saat berkunjung di Kabupaten Tuban, Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa), Ali Masyar, juga membenarkan setelah kontrak Blok Tuban habis pada Februari 2018, akan diserahkan kepada Pertamina.
“Yang jelas Petrochina bakal meninggalkan Blok Migas itu,” sambung pria yang hobi mengaji tersebut.
Perlu diketahui, selama ini dalam JOB Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) di WKP Blok Tuban, Pertamina memegang saham 50 persen. Petrochina 25 persen, dan Metco E&P Tuban sebanyak 25 persen. Pada perkembangannya saham 25 persen dari Medco E&P Tuban, telah dibeli oleh Pertamina.Â
JOB P-PEJ sendiri memiliki area kerja seluas 1.478 kilometer persegi, dan secara keseluruhan telah mengebor lebih dari 60 sumur di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kabupaten Gresik. Belakangan mereka menemukan potensi gas di Sumur Sumber di wilayah Merakurak, Kabupaten Tuban. (aim)