SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sejak bulan Januari- Maret 2017 (Kuartal I) mencapai 7.653 Metrik Ton (MT). Realisasi ini selisih sedikit dengan standart kuota tahun ini per kuartal sebanyak 8.122 MT.
“Tahun ini kuota LPG subsidi untuk Tuban lebih sedikit, untuk itu masyarakat harus menggunakan bahan bakar gas seefektif mungkin,” ujar Assistant Manager External Relation Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatim Bali dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Happy Wulansari, melalui pesan singkat kepada suarabanyuurip.com, Rabu (5/4/2017).
Perempuan humanis itu menjelaskan bahwa jatah LPG Kabupaten Tuban tahun ini hanya 32.488 MT. Lebih sedikit dibandingkan dengan kuota tahun 2016 lalu mencapai 32.519 MT.Â
Dari jumlah tersebut terealisasi 30.802 MT. Artinya tahun lalu masyarakat Tuban mampu menghemat LPG subsidi sebanyak 1.717 MT. Penghematan ini juga diharapkan terjadi tahun ini, supaya beban negara sedikit berkurang.
Disamping itu, Happy juga menjelaskan kuota LPG subsidi di Jawa Timur tahun 2017 sebanyak 1.157.734 MT. Jatah ini pun juga berkurang bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya kisaran 1.192.267 MT.
“Untuk konsumsi atau realisasi LPG tahun lalu di Jatim sebanyak 1.089.068 MT,” tutupnya. (aim)