SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Tidak adanya korban jiwa dari anggota tim gabungan Densus 88 Surabaya, Kodim 0811, dan Polres Tuban dalam aksi baku tembak di ladang Jagung Desa Suwalan, Kecamatan Jenu disyukuri oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin. Hal ini karena pelaku hanya menggunakan senjata api kuno.
“Kalau mereka sampai memakai senjata api modern dari pabrikan sudah lewat semua anggota,” ujar Irjen Pol Machfud Arifin, sambil mengucapkan kalimat hamdalah dalam siaran pers di Mapolres Tuban, Sabtu (8/4/2017) malam.Â
Dia mengakui, terduga teroris yang berjaringan dengan kelompok Jamaah Anshorut Daullah (JAD) di Lamongan ini sangat terlatih. Diketahui kelompok ini sudah terstruktur antar provinsi, dan pernah berlatih ala militer.
Hal ini terlihat dari barang bukti yang ditemukan, mulai lima jenis senjata api kuno, enam pisau, lima buah ponsel, satu paspor, empat pesawat handy talky, dua kitab, satu kotak amunisi kaliber 9 mm, dua buah tas rangsel, kardus, dan empat buah helm.
Selain itu, ada beberapa buku berjudul gambaran umum pendidikan militer, Muqarrar Tauhid, dan prinsip gerilya kota. Ditambah peta wilayah Pulau Jawa mulai Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
“Kelompok JAD antar provinsi ini ada kaitannya dengan penangkapan di Lamongan, dan Bom di Tamrin Jakarta,” pungkasnya. (Aim)