FM JOB P-PEJ Bakal Temui Wabup Tuban

FM JOB PPEJ

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Untuk mempercepat pencairan tali asih dampak gas buang (flare) Mudi, Field Manajer (FM) Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Nusdi Septikaputra bakal menghadap Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Jawa Timur, Noor Nahar Hussein. Pertemuan tersebut dijadwalkan hari Rabu tanggal 12 April 2017 di kantor Wabup komplek Pemkab Jalan Kartini Tuban.

“Pekan depan kami bertemu Wabup Noor Nahar,” ujar Nusdi Septikaputra, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di komplek Mangrove Center Tuban (MCT) Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Sabtu (8/4/2017) kemarin.

Saat disinggung berapa bulan tali asih, pria yang menggantikan Sugeng Setiono ini enggan merespon. Hanya saja beberapa waktu lalu, Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa, Ali Masyar, telah menyampaikan bahwa Pemerintah Pusat menyetujui tali asih empat bulan.

Apabila dinominalkan setara dengan Rp 1,8 miliar lebih yang bakal diterima warga terdampak Desa Rahayu, Kecamatan Soko. Hal ini sesuai janji SKK Migas bahwa tali asih per dua bulan setara Rp 900 juta lebih.

Baca Juga :   Gandeng Pemkab Kelola Naker Gas Cepu

“Hasil keputusan ini kami percayakan kepada Wabup Tuban untuk menyampaikan langsung terhadap masyarakat Rahayu,” imbuh Ali Masyar.

Terkait kepastian jadwal pertemuan ini, Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Tuban, Agus Wijaya, belum merespon pesan singkat yang dikirimkan suarabanyuurip.com, sejak sekira pukul 13.52 WIB.

Perlu diketahui, pemberian tali asih ini ceritanya panjang. Sebelum ada kesepakatan tali asih, warga terdampak telah melakukan aksi demo beberapa kali di kantor Mudi Pad B.

Semua pihak menerima tawaran tali asih karena sesuai regulasi, kompensasi dampak flare tidak mungkin lagi diberikan. Hal ini juga karena Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) tahun 2014 lalu, telah mencurigai pengeluaran besar K3S JOB P-PEJ untuk masyarakat sekitar.

Kompensasi yang telah berjalan sejak 2009-2015 ini, JOB P-PEJ mengklaim telah menggolontorkan dana sebesar Rp 24,8 miliar. Sedangkan pembayaran tali asih empat bulan ini, rencananya juga bakal menggunakan dana operasi operator. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *