SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Menjelang habisnya kontrak pada bulan Februari 2018 mendatang, produksi minyak Blok Tuban, Jawa Timur, masih bertahan di 11.500 Barel Per Hari (Bph). Jumlah ini dihasilkan dari  60 sumur Lapangan Migas Sukowati, Bojonegoro dan Mudi di Kabupaten Tuban.
“Rata-rata produksinya masih 11.500 Bph,” ujar Field Manager Joint Operating Body Pertamina- Petrochina East Java (JOB P-PEJ), Nusdi Septikaputra, kepada suarabanyuurip.com, saat ditemui di komplek Mangrove Center Tuban (MCT) Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, Sabtu (8/4/2017) kemarin.
Pria yang baru saja menggantikan Sugeng Setiono ini menilai, jumlah produksi dari dua lapangan Migas di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP)-nya masih ekonomis. Hal ini menjadikan Pertamina Hulu Energi (PHE) Tuban, maupun Petrochina masih berkeinginan mengelolanya.
Hanya saja, sesuai regulasi blok Migas yang telah habis kontraknya akan dikembalikan kepada Pertamina. Setelah itu baru dilakukan lelang terbuka bagi semua Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) di Indonesia.
“Kami sangat siap kalau dipercaya kembali mengelola Blok Tuban,” imbuh pria yang baru menjabat awal tahun 2017.
Dalam hal ini, JOB P-PEJ juga mendukung kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban terlibat penyertaan modal (Participating Interest/PI) 10 persen di Blok Tuban. Keterlibatan ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 tahun 2004.
Kepala SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar, telah memastikan bahwa Petrochina East Java Ltd bakal meninggalkan lapangan Migas Blok Tuban. Saat ini mereka sudah ancang-ancang meninggalkan blok yang telah dikelolanya sejak tahun 1998 tersebut.Â
“Dalam konsep JOB, Pertamina nanti masih tetap sebagai kontraktor di Blok Tuban,” tegas Ali Masyhar.Â
Selama ini dalam JOB P-PEJ di WKP Blok Tuban, Pertamina memegang saham 50 persen. Petrochina 25 persen, dan Metco E&P Tuban sebanyak 25 persen. Pada perkembangannya saham 25 persen dari Medco E&P Tuban, telah dibeli oleh Pertamina.Â
JOB PPEJ sendiri memiliki area kerja seluas 1.478 kilometer persegi, dan secara keseluruhan telah mengebor lebih dari 60 sumur di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kabupaten Gresik. Belakangan mereka menemukan potensi gas di Sumur Sumber di wilayah Merakurak, Kabupaten Tuban. (aim)