SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, meningkatkan pengamanan di seluruh markas komando (mako) serta objek vital negara seperti beberapa titik lokasi lapangan minyak dan gas bumi yang ada di wilayahnya. Peningkatan pengamanan ini dilakukan pasca terjadinya penyerangan dan penembakan oleh enam orang terduga teroris di Kabupaten Tuban, Sabtu (8/4/2017) lalu.
“Penganaman kita perketat. Untuk di obyek vital negara kita bekerjasama dengan Pam Obvit,” tegas Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro, saat dihubungi suarabanyuurip.com, Senin (10/4/2017).
Sejumlah obyek vital yang menjadi perhatian khusus adalah Lapangan Minyak Blok Cepu yang berada di wilayah Kecamatan Gayam, Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Lapangan Tiung Biru (TBR) di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo.
Kemudian Lapangan Minyak Sukowati di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, dan Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, serta Sumur Tua di wilayah Kecamatan Kedewan.
Peningkatan pengamanan yang dilakukan dengan menambah personil saat melakukan tugas dilapangan. Seperti penjagaan, mengatur lalu lintas, dan patroli.Â
Saat ini, pihaknya juga melakukan patroli skala besar, bersama TNI AD untuk melakukan razia dan patroli. Â Ada sekitar 988 personil kepolisian baik Polres maupun Polsek yang siap mengamankan Bojonegoro dari aksi terorisme dan kejahatan lainnya.
“Pengamanan untuk mengantisipasi terjadinya terorisme dan tindak pidana lainnya,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, tujuh orang terduga teroris pada Sabtu lalu melakukan penyerangan terhadap petugas Satuan Lalu Lintas di Pos Jati Peteng, Desa Purworejo, Jenu, Kabupaten Tuban. Pelaku sempat penembakan kepada petugas saat melakukan penghadangan.
Aksi kejar-kejaran dan baku tembak antara petugas dengan pelaku sempat terjadi. Hingga akhirnya enam pelaku berhasil ditembak mati dan satu orang berhasil ditangkap dalam kondisi hidup.(rien)Â