SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur lega karena jatah pupuk subsidi tahun 2017 tak jadi dipangkas. Sesuai rencana awal setelah adanya peraturan Gubernur Jawa Timur, kuota pupuk di Tuban akan berkurang 11.238 ton pupuk.
“Kami bersyukur kedatangan Menteri Pertanian Amran Sulaiman beberapa waktu lalu berjanji mengembalikan jatah pupuk Tuban,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban, Murtadji, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (13/4/2017).
Sesuai surat resmi Kementerian Pertanian yang diterimanya, kuota pupuk Kabupaten Tuban akan dikembalikan seperti tahun sebelumnya yakni 123.190 ton. Sebelum kedatangan menteri, Tuban tahun ini hanya diberikan 103.952 ton pupuk.
Pengurangan inilah yang sempat dikonsultasikan dengan Petrokimia Gresik, bersama Komisi B DPRD Tuban awal Januari 2017 kemarin. Waktu itu, belum ada solusi untuk mengatasi kekurangan pupuk.
“Petani Bumi Wali (Sebutan lain Tuban) tak usah khawatir soal pasokan pupuk karena sudah cukup,” imbuhnya.
Keputusan Menteri Amran mengembalikan jatah pupuk di wilayahnya sudah tepat. Hal ini karena pemerintah menargetkan jumlah Luas Tambah Tanam (LTT) Â Tuban 102 ribu hektar. Lebih banyak dari target LTT tahun sebelumnya hanya 98 ribu hektar.
“Hanya saja belum dipastikan berapa jumlahnya, semoga lebih banyak dari tahun lalu,” terangnya.
Perlu diketahui, sebelum dikembalikan semula rencana penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2017, untuk Urea sebanyak 45.065 ton, ZA 8563 ton, SP 36 11.550 ton, Phonska 20 ribu ton, dan Petroganik sebanyak 18.774 ton.
Lebih sedikit dibandingkan rincian penyerapan pupuk 2016. Meliputi Urea 51.380 ton, ZA 9.105 ton, SP 36 11.550 ton, Phonska 20 ribu ton, dan Petroganik 18.774 ton. Jadi total pupuk yang disalurkan ke masyarakat sekira 123.190 ton. (Aim)