SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Kapolres Tuban, Jawa Timur, AKBP Fadly Samad, berjanji bakal memberikan layanan konseling kepada warga Desa Suwalan, Kecamatan Jenu, Marsuti yang lahannya menjadi titik baku tembak terduga teroris pada hari Sabtu (8/4) kemarin. Untuk menghilangkan rasa traumanya, pihaknya akan mendatangkan pesikolog ahli.
“Secepatnya akan mendatangkan Psikolog untuk memberikan konseling atau pemberian bimbingan,” ujar AKBP Fadly Samad, kepada suarabanyuurip.com, ketika memberikan bantuan benih dan pupuk di kediaman Marsuti, KAmis (13/4/2017).
Dia menilai rasa trauma yang dialami oleh pemilik lahan jagung tersebut hal lumrah. Oleh karena itu, atas nama kemanusiaan kondisi psikis Marsuti harus dikembalikan seperti sedia kala.
Dalam kesempatan itu, Fadly menyampaikan bahwa bantuan kali ini datang langsung dari Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin. Berupa 100 kilogram (Kg) pupuk Urea, 100 Kg pupuk NPK, 4 sak pupuk Petroganik, dan 10 Kg bibit jagung ditambah uang tunai.
“Uang tersebut sebagai ganti rugi tanaman jagung yang gagal panen,” jelas pria kelahiran Makassar ini.
Lebih dari itu, Kapolres akan meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan anggota di jajaran Polres Tuban pasca penyerangan 6 anggota terduga teroris kepada anggota Lantas Polres Tuban. Mulai sekarang saat melakukan penjagaan maupun patroli, anggota harus menggunakan rompi anti peluru.
”Sekarang anggota patroli tidak boleh sendiri minimal dua orang,” tandasnya.
Perlu diketahui, motif enam orang terduga teroris asal Jawa Tengah yang menyerang pos lantas di kawasan Jati Peteng, Kecamatan Jenu diduga hanya balas dendam atas tertangkapnya dua tokoh Jamaah Anshorut Daullah (JAD) di Lamongan. Mereka ini ditengari sebagai kelompok yang tergabung dalam JAD antar provinsi di Pulau Jawa.
Sebelumnya, Marsuti juga menerima bantuan dari Pemkab Tuban berupa bibit jagung 10 Kg, pupuk 3 kwintal, dan uang tunai Rp 1 juta. (Aim)