SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pertamina (persero) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, telah menjadwalkan pengosongan lahan yang bakal ditempati Kilang Tuban di empat desa Kecamatan Jenu dilakukan awal Bulan Mei 2017. Lahan kilang milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) seluas 326.297 Hektar (Ha) itu, digarap oleh 779 orang.
“Info terakhir pengosongan lahan kalau tidak akhir April ya awal Mei sekalian sosialisasi pemberian tali asih ganti rugi tanam,” ujar Sekretaris Camat (Sekcam) Jenu, Suwoto, melalui pesan singkat yang diterima suarabanyuurip.com, Jumat (14/4/2017).
Langkah awal pengosongan lahan kilang nantinya, tim akan memasang plang tulisan di beberapa titik. Hal ini supaya 779 petani dari Desa Kaliuntu, Rawasan, Mentoso, dan Wadung, Kecamatan Jenu segera meninggalkan lahan yang digarapnya sejak tahun 1990-an.
Sebelum pengosongan lahan dilakukan, Pertamina saat ini sedang proses membuatkan rekening untuk 779 penerima tali asih. Hasil Rapat Koordinasi (Rakor) di Hotel Patrajasa Jakarta (29/3) kemarin, disepakati per hektar lahan diganti Rp 20 juta.
“Nanti pada saat sosialisasi uang ganti rugi tanam itu telah diterima petani di rekeningnya masing-masing,” imbuh pria yang hobi olahraga tersebut.
Kilang patungan antara Pertamina-Rosneft Oil Company ini, ditarget mulai tahap konstruksi tahun 2017. Baru pada tahun 2022 kilang baru dapat beroperasi, dengan tenaga kerja ahli kurang lebih 1.500-1.800 tenaga ahli.
Sesuai peta pendirian kilang, proyek berkapasitas 320-400 ribu Barel Per Hari (Bph) itu terletak diantara PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI), dan PT Ubjom PLTU Tanjung Awar-awar. Di sebelah selatan Kilang juga direncanakan berdiri pabrik semen asal China, PT Abadi Cement. (Aim)