SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Jawa, Bali, Nusa Tenggara (SKK Migas Jabanusa) menyampaikan produksi minyak di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, stabil dan bahkan cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar menjelaskan, hingga bulan Maret 2017 lalu, produksi minyak Blok Cepu yang di operatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mecapai sekira 206 ribu barel per hari (Bph).
Rinciannya, kata dia, 200 ribu barel dikirim ke Floating Storage and offloading (FSO) Gagang Rimang di laut Tuban melalui pipa darat sepanjang 70 kilo meter (KM) dan pipa bawah laut 23 KM. Sedangkan yang 6 ribu barel dialirkan ke Kilang Mini milik PT Tri Wahana Universal (TWU).
“Kalau dibilang turun karena faktor cuaca saya kok belum tahu ya. Karena yang saya tahu meningkat, awal 165 ribu Bph menjadi 185 ribu bph dan awal tahun ini menjadi 200 ribu bph lebih,” tegas Ali Masyhar kepada sejumlah wartawan di Lokakarya Media & FKKIHM 2017 Periode I di Sumenep pada tanggal 11-13 April lalu.
Sementara untuk total produksi minyak dari wilayah kerja Jabanusa kurang lebih sebesar 230 ribu bph. Jumlah tersebut memberikan kontribusi 25 sampai 30 persen produksi minyak nasional.
“Secara nasional Bojonegoro yang menyumbang terbayak dibanding daerah lain,” pungkasnya. (sam)