SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Longsor yang terjadi di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo mengundang keprihatinan 15 mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Demokratik (LMND) Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Muda mudi tersebut berencana menggalang dana untuk korban di sejumlah titik, selama tiga hari mulai tanggal 14-16 April 2017.
“Aksi penggalangan dana ini bentuk kemanusiaan atas longsor yang menimpa saudara di Ponorogo,” ujar Ketua LMND Tuban, Mahfud Hariadi, kepada suarabanyuurip.com, di patung Letda Soecipto Tuban, Jumat (14/4/2017).
Pemuda kelahiran Kecamatan Plumpang ini mengungkapkan, sebagai warga negara sudah sepatutnya kita bergotong royong dalam membantu sesama. Apalagi masih dalam satu provinsi Jawa Timur.
Uluran tangan berupa materiil ini, sudah barang tentu dibutuhkan oleh korban longsor. Ditambah sikap saling bahu-membahu semacam ini perlu dibudayakan. Harapannya dengan aksi kecil di Tuban ini, dapat mengurangi beban korban yang selamat.
Selain menggalang dana di seputaran patung Letda Soecipto, belasan anggota LMND juga beraksi di perempatan kembang ijo, perempatan kampur, dan di Jalan KH Mustain.
“Setelah dana terkumpul akan dibelanjakan barang, kemudian dikirim ke Ponorogo,” jelasnya.
Diketahui, longsor pertama di Ponorogo terjadi pada tanggal 1 April 2017. Kemudian tanggal 9 April 2017 kembali terjadi longsor susulan. Akibatnya ada dua rumah rusak berat, mobil, dan sepeda motor. Ditambah dari 28 orang yang dinyatakan hilang, empat diantaranya sudah ditemukan tim SAR BNPB.(aim)