Manajemen Persatu Antisipasi Bonek dan Flare

pendukung persatu

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Masuk dalam grup V Liga 2 Indonesia 2017, menjadi moment mendebarkan bagi manajemen klub sepakbola Persatu Tuban, Jawa Timur. Ada dua hal yang telah diantisipasi, yakni kedatangan pendukung klub Persebaya atau yang biasa dikenal dengan Bonek ke stadion Lokajaya Tuban, dan ulah suporter Persatu yang menyalakan flare.

“Dua hal di atas telah kami antisipasi jauh-jauh hari supaya tidak mengganggu berjalannya laga kandang,” ujar Manager Persatu Tuban, Fahmi Fikroni, kepada suarabanyuurip.com setelah launching pemain dan jersey anyar di Lapangan GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban, Minggu (16/4/2017).

Khusus laga kandang/home melawan Persebaya Surabaya manajemen telah menyiapkan strategi khusus. Dimana pendukung Persebaya atau dikenal bonek hanya diberikan kuota 2.000 sampai 3.000 orang.

Sebelum laga berlangsung, manajemen Persatu akan menyerahkan tiket kepada manajemen Persebaya dan Bonek. Artinya setiap bonex yang datang ke Tuban sudah memegang tiket masuk.

“Antisipasi lain kami juga akan bersinergi dengan Polres untuk mengamankan di dalam maupun luar stadion,” tegasnya.

Baca Juga :   Partai Hidup Mati, Persibo Bojonegoro Siap Berjuang Lawan Deltras Sidoarjo

Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, telah menyatakan kesanggupannya untuk mengawal perjalan keluar masuk bonek ke Bumi Wali. Demi keamanan dan kestabilan masyarakat, apapun akan dilakukan.

Sedangkan untuk antisipasi penyalaan flare manajemen telah bersinergi dengan masing-masing koordinator Ronggomania maupun Ultras Persatu Tuban. Apabila dalam pertandingan berlangsung ada satu flare / petasan yang menyala, klub akan dikenakan denda oleh panitia penyelenggara Rp 10 juta.

“Apabila ketahuan menyalakan kedua kali, denda akan lebih besar sampai Rp 60 juta,” jelasnya.

Transparansi aturan pertandingan ini disampaikan dengan tegas dihadapan semua masyarakat. Jangan sampai hanya gara-gara ada suporter yang belum paham aturan, klub yang harus menanggung denda puluhan juta itu.

Roni juga mengungkapkan bahwa PT  Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penggagas Liga 2 Indonesia, sudah menyurvei stadion kebanggaan warga Bumi Wali. Hasilnya sangat memuaskan, PT penggagas kompetisi ini berharap laga kandang di Lokajaya berjalan lancar.

Setelah itu, manajemen akan terus berbenah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Hal ini tentu sangat dibutuhkan sinergi antar semua pihak, baik sponsor, maupun supporter fanatik klub.

Baca Juga :   Voli Pantai Beregu Tuban Gagal ke Final

Selama liga berlangsung, klub Persatu bakal melakoni tujuh laga kandang/home. Diantaranya melawan PSIM Jogjakarta pada Jumat (28/4/2017), Martapura FC hari Sabtu (6/5/2017), Madiun Putra FC hari Sabtu (20/5/2017), PSBI Blitar hari Sabtu (15/7/2017), Persepam Madura Utama hari Sabtu (22/7/2017), Persinga Ngawi hari Sabtu (12/8/2017), dan Persebaya Surabaya pada Sabtu (26/8/2017).

Sedangkan untuk laga away/tandang juga tujuh kali meliputi, melawan Persepam Madura Utama (22/4/2017) di stadion Gelora Ratu Pamelingan, Persinga Ngawi (13/5/2017) di stadion Ketonggo, Persebaya Surabaya (5/7/2017) di stadion Gelora Bung Tomo, PSIM Jogjakarta (27/7/2017) di stadion Sultan Agung, Martapura FC (5/8/2017) di stadion Demang Lehman, Madiun Putra FC (19/8/2017) di stadion Wilis, PSBI Blitar (10/9/2017) di stadion Penataran. (Aim) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *