Pemkab Antisipasi PHK Pekerja Blok Tuban

Sekda Tuban Budi Wiyana

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Menjelang habisnya kontrak Lapangan Migas Blok Tuban pada Februari 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, kini sedang mengantisipasi terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada pekerja lokal. Pesan untuk Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) lama maupun baru Blok Tuban, diminta untuk mengakomodir Tenaga Kerja (Naker).

“Kami harapkan setelah kontrak habis tidak ada yang di berhentikan,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Desa Sugihwaras, Kecmatan Jenu, Selasa (18/4/2017).

Khusus untuk Petrochina, Budi berharap untuk mempertimbangkan aspek ketenagakerjaan. Apabila tidak menjadi operator lagi, diharapkan membawa Naker lokal ke wilayah kerjanya yang lain.

Sekalipun harus dilakukan PHK, operator harus memenuhi semua hak-hak pekerja termasuk pesangon. Selain itu, bagi Pertamina (Persero) yang dikabarkan menjadi operator baru diharapkan dapat melibatkan warga setempat.

“Naker yang bekerja saat ini sedikit banyak sudah pengalaman, tentu sangat menguntungkan untuk dilibatkan dalam produksi Migas Mudi,” jelasnya.

Hanya saja, untuk komunikasi dengan Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) belum dilakukan. Hal ini karena baru saja telah diselesaikannya tali asih kepada warga terdampak gas buang (flare).

“Kalau kita dorong terus nanti jadi ndak fokus, sehingga kita selesaikan satu persatu,” tegasnya.

Sesuai data dari Pemdes Rahayu, Kecamatan Soko, sampai saat ini ada 200 warga usia produktif yang menjadi karyawan JOB P-PEJ. Selain itu, ada ratusan lulusan SMA maupun SMP yang belum bekerja lantaran masih menunggu rekrutmen Naker dari perusahaan.

“Hampir 80 persen pemuda Rahayu masih mengharapkan bekerja di perusahaan, walaupun masa kontrak kerjanya singkat,” singkat Kepala Desa Rahayu, Sukisno.

Diketahui, JOB P-PEJ sendiri memiliki area kerja seluas 1.478 kilometer persegi. Secara keseluruhan telah mengebor lebih dari 60 sumur di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Kabupaten Gresik. Belakangan mereka menemukan potensi gas di Sumur Sumber di wilayah Merakurak, Kabupaten Tuban. (Aim)

Baca Juga :   Berharap BUMD RSM Terlibat di Proyek Kilang Tuban

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *