SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Buruh Migas di lingkungan Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina PT Geo Cepu Indonesia (GCI) kembali mogok kerja. Hal itu disebabkan komunikasi keduanya mengalami kebuntuan. Pertemuan yang dijadwalkan di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Blora, Jawa Tengah, untuk mendengarkan keputusan dari Management PT GCI pada Senin (17/4/2017) ternyata gagal.
“GCI tidak hadir lagi, kita anggap Deadlock. Karena GCI tidak hadir jadi tidak ada keputusan resmi,†kata Sekretaris Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, Ebeneser Prasetyadi, kepada suarabanyuurip.com, Senin (17/4/2017).
Padahal, telah disampaikan Disperinaker jika pada pertemuan tersebut agendanya adalah mendengarkan keputusan dari GCI.
“Pihak GCI hanya menyampaikan lewat WhatsApp, bahwa management tetap berpegang pada keputusan yang pertama,†tambah Agung Pudjo Susilo, Ketua SPKP Cepu. Â
Dengan tidak hadirnya management GCI, pihaknya menganggap bahwa GCI tidak menghargai dan menyepelekan buruh serta dinas.
“Ternyata GCI tidak ada upaya mau datang untuk menyampaikan jawaban kepada Disperinaker,†jelasnya.
Akibat dari gagalnya perundingan tersebut, mulai pukul 18.00 WIB para buruh melakukan aksi mogok kerja.
“Besok Disperinaker akan mengundang secara resmi pihak GCI, terkait menindak lanjuti permasalahan ini,†jelasnya.
Pudjo menambahkan, kondisi yang terjadi saat ini sebenarnya karena GCI tidak menyampaikan informasi secara penuh.Â
“Sehingga masalah semakin berlarut-larut,” katanya.
Sementara Eksternal Relation PT GCI, Yenny Hartati, tak menampik jika pada pertemuan tersebut pihak GCI tidak hadir ke Disperinaker.
“Iya, Mas, tadi kami ada agenda rapat. Jadi tak bisa hadir,†terangnya.
Pihaknya mengaku, selain ada agenda rapat, juga tidak ada undangan tertulis dari dinas. “Undangan tertulis belum kami terima dari Disperinaker,†ungkapnya.
Lebih lanjut, Yenny menyatakan, kekecewaannya atas sikap buruh yang melekukan aksi mogok kerja. “Kami kecewa terhadap tindakan mogok kerja para tenaga kerja. Karena kegiatan ini jelas akan mempengaruhi produksi dan menyebabkan turunnya produksi Migas yang kami setorkan kepada Negara,†tuturnya. (ams)Â