ADD Telat Cair, Hambat Pembangunan Desa

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Keterlambatan pencarian Alokasi Dana Desa (ADD) selama lebih dari tiga bulan, berakibat pada terlambatnya pembangunan dan pengembangan ekonomi di wilayah  pedesaan. Pasalnya, desa masih bergantung pada anggaran pemerintah dalam melakukan pembangunan yang diharapkan bisa memicu perkembangan ekonomi.

Camat Kedungtuban, Dasiran, menyatakan, jika keterlmbatan pencairan ADD tersebut berefek cukup signifikan terhadap desa.

“Banyak sektor di desa yang masih bergantung pada APBD,” jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya kegiatan pembangunan di desa tentunya akan banyak masyarakat yang terlibat. Sehingga bisa meningkatkan daya beli masyarakat.

“Otomatis, ekonomi juga berkembang,” ucapnya.

Karena bupati sendiri menginstruksikan dalam pemabangunan di desa untuk menggunakan sistem padat karya, sehingga banyak masyarakat yang terlibat.

“Jika kondisinya seperti ini otomatis pembangunan di pedesaan terhambat,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, sebenarya keterlambatan dalam pencairan itu disebabkan oleh pihak desa sendiri yang tidak segera menyelesaikan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ).

“Selain itu, juga adanya aplikasi pengelola keuangan baru, yang cukup menyulitkan pihak desa. Sehingga kami mensiasati supaya desa tetap membuat pelaporan keuangan secara manual disamping penggunaan aplikasi tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :   Gelar Pekan Pelayanan Publik di Blok Cepu

Sementra, desa di wilayahnya hampir semua telah menyelasaikan persayaratan pencaiaran ADD. “Alhamdulillah banyak yang sudah selesai dan telah kami kirim ke Pemkab,” terangnya.

Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Sambong. Belum ada satupun desa di Kecamatan Sambong yang melakukan pencairan.

“Dari 10 desa, sudah ada 8 desa yang berkasnya sudah kami kirim ke kabupaten. Sekarang mungkin sudah proses dan menunggu surat perintah pencairan. Untuk dua desa lain masih akan menyusul,” jelas Camat Sambong, Tjahyono.

Seharusnya, dari desa bisa menyelesaikan berkas yang  diperlukan sejak jauh hari. Sehingga paling tidak Februari sudah ada pencairan.

Pihaknya berhararap ADD bisa segera cair dan desa bisa segera melakukan aktivitas pekerjaannya.

“Mudah-mudahan awal Mei nanti ADD bisa dicairkan,” ungkapnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *